Gado-Gado Archive

T-Shirts for Geeks

1. There’s No Place Like 127.0.0.1

Diterjemahkan menjadi No Place Like Home.  127.0.0.1 adalah alamat IP (Internet Protocol) yang menunjuk ke komputer itu sendiri. Nama lainnya adalah localhost.

2. “I’m Not A Geek” shirt

A Simple denial yet understandable by normal human.

3.  Geek’s Couple Shirt

Ketika trend baju pasangan mewabah di kalangan anak muda. Kaum Geek tidak mau ketinggalan. Dan ini salah satu contohnya. Sepasang kaos bertuliskan syntax HTML (Hypertext Markup Language; bahasa penyusunan halaman web).

4.  Pwned by A Girl

Pwend, adalah bahasa slang di dunia maya yang artinya dengan owned (indo: dikuasai).  Pwned sebenarnya berawal dari kesalahan ketik karena huruf O dan P letaknya berdekatan.  Seorang designer game terkenal Warcraft, salah menuliskan owned sebagai pwned. Kesalahan tidak disengaja ini menjadi populer di kalangan gamer dan kemudian menyebar ke dunia maya. (source)

5. Coder’s Collection

Beberapa contoh t-shirt khusus buat yang merasa seorang programmer / coder sejati.  If you think being a Coder is your pathlife, having one of these shirts is a must!

[source]

Writer’s Note:
Jika anda tidak memahami apa yang tertulis pada tshirt-tshirt di atas, berarti anda tidak punya potensi menjadi seorang geek. Anyway, saya juga tidak kok. ;)

Q.U.I.T (Quietly Untold Inmost Thought)

Sesaat setelah kilatan cahaya itu, semuanya menjadi gelap. Semuanya menjadi sunyi. Dimanakah aku sebenarnya? Diantara gelap itu, samar-samar aku bisa melihat sebuah pintu. Di pintu tersebut terukir sebuah tulisan yang membuatku terperanjat. Begini bunyi tulisan itu: ‘Selamat, anda sudah mati. Silahkan lanjutkan perjalanan anda di balik pintu ini. Sekali lagi, selamat!’

Tak percaya semua ini, aku berusaha mengingat-ingat kembali apa yang terjadi. Yang kuingat adalah aku sedang menaiki motorku sendirian di tengah hujan. Jalanan tak begitu terlihat, dan tiba-tiba saja aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ketika aku berusaha bangkit, dari arah seberang, sebuah mobil berkecepatan tinggi menghampiriku. Itulah hal yang terakhir yang aku ingat.

Setelah aku membuka pintu itu, yang kulihat adalah sebuah koridor yang begitu indah. Penuh dengan dekorasi layaknya istana. Aku membaca sebuah pesan yang tertera di hadapanku. "Selama anda berjalan, pikirkanlah jawaban dari pertanyaan yang akan lihat." Aku tak mengerti apa maksudnya dan kemudian mulai berjalan.

Tak lama kemudian aku melihat pertanyaan pertama di sebuah papan kecil di hadapanku. "Apakah anda merasa hidup anda indah? ". Pertanyaan yang aneh kataku dalam hati. Sambil berjalan, aku mulai memikirkannya. Setelah beberapa saat, aku melihat pertanyaan kedua, "Berapa kali anda mengampuni orang lain?". Dan seterusnya pertanyaan-pertanyaan lainnya muncul.

Setelah beberapa pertanyaan, aku merasa jenuh. Dan aku tidak memikirkan jawaban lagi ketika muncul pertanyaan, "Siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup anda?" Namun, ketika aku tidak menentukan jawaban dari pertanyaan itu, yang kujumpai selanjtunya malahan adalah sebuah pesan, "Pikirkanlah dengan baik.". Mau tidak mau, aku pun memikirkannya kembali. Berbagai nama dan wajah orang bermunculan dalam pikiranku. Mulai dari orang tua, sahabat, rekan kerja, kuliah, teman masa kecil hingga pembantu di rumah.

Pertanyaan berikutnya membuatku berpikir lebih berat. "Hingga berapa lama orang yang anda kasihi hendaknya menangisi kepergian anda, sebelum mereka melanjutkan kehidupan mereka dan dapat tertawa kembali?" Aku tidak ingin dilupakan tapi aku juga tidak ingin mereka berlarut-larut dalam kesedihan. Perasaan egois itu muncul kembali.

Akhirnya saya bisa melewati pertanyaan itu dan menemukan pertanyaan terakhir.

"Sudahkah anda merelakan kehidupan anda di dunia?"

Useless Post

Hati-hati, blog kali ini berisi kata-kata yang kasar dan tidak enak didengar.

Sekitar 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi
Himpunan Mahasiswa Islam Sumatra Utara, Rabu (2/4), berunjuk rasa di
depan Kantor Konsulat Belanda di Jalan Wolter Monginsidi, Medan.
Demonstrasi ini dilakukan untuk memprotes film Fitna yang beredar. Film
yang mendiskreditkan umat Islam itu dibuat oleh anggota perlemen
Belanda, Geert Wilderd.

Karena tidak juga mendapatkan tanggapan, mahasiswa bertindak
anarkis. Mereka merusak pintu pagar, dan melempari gedung dengan batu
dan telur busuk. Mereka juga menurunkan bendera Belanda yang terpasang
di depan Gedung Konsulat. Kemudian bendera tersebut dibakar. Di tiang
kemudian dinaikkan bendera Merah Putih.

Mahasiswa mengatakan, mereka melakukan ini menyusul beredarnyua film
Fitna. Mereka menilai, tindakan Wilderd memicu permusahan, sehingga ia
harus diadili. Mereka meminta Pemerintah Indonesia segera memutuskan
hubungan diplomatik dengan Belanda. Mereka juga mengajak umat Islam di
dunia untuk memboikot produk Belanda.(DOR)

Membaca berita di atas, komentar saya cuman satu kata. BODOH!!!

Mahasiswa-mahasiswa itu (yang entah sebelah mananya yang layak Mahasiswa) itu rupanya kurang membaca berita. Maklumlah, secara layar TV di Indonesia hanya berisi sinetron, sinetron dan sinetron. Hanya kadang-kadang ada berita ga aktual, ga tajam, dan ga terpercaya numpang lewat. Ih.. goblok kok dipelihara. Amit amit.

Memutuskan hubungan diplomatik? Apa mereka mengerti memutuskan dan membangun hubungan diplomatik tidak seperti jadian atau putus dengan pacar? Mau memboikot produk Belanda? Are u kidding me? Ok, coba jawab, produk Belanda apa yang anda gunakan? Lampu neon Philips? Copot aja tuh lampu rumah. Dasar.. kemlinthi.

Pemerintah Belanda sama sekali tidak mendukung adanya film Fitna. Rakyat Belanda sendiri juga marah terhadap ulah Geert  Wilder ini. Kita semua berada di perahu yang sama, bung! What are you f*ckin doing? Merasa keren karena masuk TV dan ditangkap polisi karena melakukan tindak kriminal? Tidak punya rumah untuk dilempari batu sendiri? Berdalih membela Allah? Allah itu Maha Kuasa, tidak perlu dibela tetap Maha Kuasa. Jangan jadi debu yang sok tahu.

Jika anda mahasiswa dan berniat mau berdemo ria atas nama apa dan siapapun, please, at least,do it right and with style. Lakukan demo yang mengundang simpatik bukannya antipati. Uups.. Saya lupa kalau anda belum tentu mengerti arti kata simpatik dan antipati. Lupakan deh.

Ngapain juga ya nulis ginian.. Kerjaan banyak malah ngemeng ga jelas gini. Nasib depresi kaum urban….

Mocha Flood

Judul di atas bukan salah ketik, tapi memang begitu adanya. Mocha Flood, a special welcome ‘drink’ for The Jakartans (niru The Spartans) persembahan dari Langit. Melalui hujan semalaman sepanjang 14 jam lebih, Jakarta, a hell on earth, tidak mampu menyembunyikan lagi ke-neraka-annya. Air mulai menggenang di mana-mana. Tidak pandang bulu, hampir seluruh Jakarta tertutup air. Awesome!

Jalan Thamrin yang notabene adalah Jalan protokol di Jakarta juga tak terselamatkan. Alih-alih Presiden RI kita yang tercinta saja harus ganti mobil di tengah jalan. Untunglah lewat pemborosan APBN yang dilakukan, beliau bisa ganti mobil. Lain Presiden, lain cerita dengan si D.

D, karyawan swasta yang belum genap 1 tahun bekerja ini, berpikir dua kali untuk menerobos derasnya hujan dan genangan air yang menghadang. Maklumlah dia cuma bermodal Supra X. Setelah menunggu 2,5 jam sambil berharap hujan akan berhenti, akhirnya D nekat juga demi membuktikan profesionalisme, loyalitas dan dedikasi kepada perusahaannya. Mau muntah nulisnya….

Celana pendek, jaket anti air, sandal karet, jas hujan, everything is ready for the battle. D, yang juga berprofesi sambilan sebagai tukang ojek ini harus menjemput kliennya dulu di bilangan jalan Syahdan. Cipratan air dari mikrolet dan cucuran air genteng tidak membuatnya gentar melewati gang sempit sebuah Jalan dengan nama tersingkat di dunia, Jalan "U" (atau Jalan "Ugo" alias Jalan "U", Goblok!).

Penumpang sudah dijemput, dimulailah perjalanan panjang menuju kawasan Roxywood. Jalanan yang cukup padat dan genangan air sekitar 30cm cukup merisakukan Ksatria penunggang Supra ini. Air hujan mengurangi jarak pandang sehingga D harus ekstra hati-hati kali ini. No manuver, no speeding, just drive safely.

Di tengah perjalanan D mengecek keadaan penumpangnya, "Apa kabar, N?. "Ruar biasaaa!!", jawab N dengan antusias dan agak terpaksa. Setelah itu keadaan jalanan cukup normal. Halangan terbesar ada pada jarak 500 m dari kantor. Genangan air cukup tinggi menghadang. Kali ini D kehabisan pilihan, dia merelakan nasibnya pada motornya dan menerobos genangan itu. Mesin motor ini mendadak jadi berat. Tanpa menyerah, ditariknya sampai habis gas motor itu sambil dalam hati terus berteriak : "jangan mati… jangan mati.. ayo…!!". Dan setelah berjuang setengah mati akhirnya sampai juga di kantor. Phwew… lega rasanya…

Jam 11 baru masuk kantor. Sebuah rekor yang tidak pantas ditiru. Untung saja beberapa jam kemudian hujan berhenti. Tapi para Jakartans harus berurusan lagi dengan sisa-sisa genangan air yang tak kunjung turun. Seorang teman, terpaksa menginap di rumah temannya ketika pukul setengah satu pagi masih terjebak macet di tengah jalan.

Merasa cukup sial? Barangkali tidak. Beruntung malahan. Dibandingkan dengan yang mereka alami seperti di gambar ini:
Imagesphp

atau ini :
P1a

-

Inilah harga yang harus dibayar ketika ingin mencari nafkah di Jakarta, selain jalanan yang super duper macet, Mocha Flood adalah satu hal lagi yang harus diatasi. Jika anda mampu memberi saya pekerjaan di kota lain yang tidak ada banjir dan macet serta gaji yang lebih manusiawi, PM saya secepatnya.

foto: doc Kompas & Jakarta Post.

Sebuah Cinta Yang Tersirat

Ya.. Hanya sederetan larik-larik bisu yang terlalu sayang untuk dibuang dan terlalu manis untuk dilupakan. Ditulis sebagai lanjutan dari "Ini Rindu Bukan Puisi". Barangkali, sekarang sudah tidak ada artinya. Namun demikian, tetap saja dibuang sayang.

Sebuah Cinta Yang Tersirat
Inilah sedikit cerita
Tentang cinta
Ah.. lagi lagi cinta

Ini rindu, bukan puisi
Suatu hari ia kirim ke pujaan hatinya.
Tetapi hanya hening yang dia dapat.
Impian bodoh pikirnya dalam hati
Luapan hatinya ternyata tak cukup mengguncang pantai
Lama sekali dia menunggu jawaban

Namun dia tetap menunggu dan menunggu
Esok, mungkinkah lebih indah?
Entah sudah berapa kali dia hampir menyerah
Dan sayangnya ini kisahnya, bukan kisahku

Yang dia inginkan telah jadi kenyataan
Orang bilang inilah yang namanya berjuang demi cinta.
Untuk selamanyakah?

Tentu bukan tanpa alasan judul di atas diambil. Semoga anda menyadarinya sewaktu membaca puisi ini.

Selamat memperjuangkan cinta anda!

Cherish The Christmas

*hati-hati! blog ini mengguncang iman*

25 Desember kemarin, umat Kristiani, siapa pun dia (pendeta, pengacara,
koruptor, cowok ganjen, cewek matre ataupun maling jemuran) merayakan
kelahiran Yesus Kristus yang konon lahir 2006 tahun yang lalu. Walaupun
secara ilmu pengetahuan kebenaran tentang hari besar ini terbukti tidak
valid, hingga sekarang pun hari ini masih diperingati. Jika tidak, lagu
Merry Christmas & Happy New Year itu tidak akan pernah
diperdengarkan lagi.

Anyway, di hari Natal ini puluhan SMS masuk
ke HP saya berisi ucapan selamat Natal dari teman-teman baik yang
sering kontak, teman lama hingga orang yang nomernya tidak ada di HP saya dan
malahan yang saya harapkan SMSnya malah tidak ada kabarnya.

Lalu,
sebuah pertanyaan untuk semua orang ( kecuali produsen rokok A-Mild
yang suka tanya kenapa) terpikirkan di benak saya. Mengapa orang-orang
bermaaf-maafan, bersilatuhrami, mengirimkan pesan hanya momen-momen
hari besar seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru yang notabene
hanya terjadi sekali dalam setahun. Sedangkan dalam 364,25 hari lainnya
tidak melakukan hal-hal di atas. Mungkin sebaiknya hari-hari besar
seperti Natal itu perlu ditambah jadi 2 kali dalam setahun atau lebih.

Toh
penambahan itu tidak merugikan siapa-siapa. Bagi orang beriman, tentu
iman mereka jadi lebih kuat. Buat orang kafir, liburan semakin
bertambah. Buat anggota DPR, kiriman parcel dan uang tunjangan semakin
besar. Ekonomi mikro juga mengalami peningkatan omzet. Bakery Initial R
pun juga kena imbasnya. Ini benar-benar win-win solution bagi setiap
orang.

Kalau mengubah kitab suci begitu susah, alternatif lain
adalah dengan menjadikan hari-hari besar agama jadi suatu hari libur
universal di mana setiap orang entah beragama apa atau kafir sekalipun,
semuanya merayakan setiap hari raya keagamaan. Sekali lagi, tidak ada
yang dirugikan.

Akhirnya, saya ucapkan Selamat Hari Natal bagi
anda yang masih merayakan. Pertahankan iman anda dan doakanlah saya
yang makin lama makin ingin cepat ketemu Tuhan.

Comments? Silahkan post di http://www.altroz.net/blogs.asp?id=38

My Blog Has Moved….

just want to inform you that i’ve moved to my own blog site.

Altroz Site : Blogs Section

i will post here only the title of my new blogs. see u at http://www.altroz.net

Inspiration: You Mess Me Up

Pd_magAnda semua pasti pernah mendengar lagu You Raise Me Up yang dinyanyikan Josh Groban. Nah, kalau begitu, saya dengan bangga menghadirkan kepada anda hasil inverse terhadap lagu itu. Jayus? Memang! Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa saya memang luar biasa kreatif.

When i’m fine and, oh my soul, not worry
when troubles none and my heart so easy
then, i am stand and smile here in the glory
until you come and screw awhile with me

you mess me up, so i must run to a mountain
you mess me up, to die on stormy seat
i am down, when i’m on your shoulders
you mess me up, to more than i should be

(Sung by : Just Goban)