Seorang Pria Baik-Baik Dianiaya Teman Sendiri Hingga Gila
Jakarta, Daily Karmel
Danny(nama samaran,-red), umur 20 tahun, ditemukan tak berdaya di rumah kostnya yang beralamat di Jl Karmel, Jakarta Barat, akibat dianiaya oleh beberapa orang yang ditengarai sebagai teman-teman kost si korban.
Melalui kartu identitas yang ditemukan bersama tubuh korban, diketahui bahwa anak Malang ini (Malang adalah sebuah nama kota di Jawa Timur) tengah tepat menginjak usia 20 tahun pada hari kejadian. Danny mengekost disana karena sedang melanjutkan studinya dan berstatus sebagai mahasiswa semester 4 Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara Jakarta.
Motif ‘kejahatan’ ini diduga adalah balas dendam. Menurut informasi hasil investigasi tim Reserse Polda Metro Jaya terhadap para pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas ini, pelaku awalnya hanya merayakan ulang tahun sang korban dengan sebuah taart coklat. Namun sesaat setelah lagu Happy Birthday didendangkan dan bendera merah putih dinaikkan, terbersit setitik akal busuk untuk melengkapi perayaan sederhana itu dengan sesuatu yang “indah”.
Konspirasi pun dijalankan. 2 orang menahan tangan korban yang sempat kaget sejenak sebelum dia berhasil menenangkan diri. 2 orang yang lain berusaha mengikat tangan korban dengan tali rafia tak bertuan. Beberapa pelaku yang lain mengaku hanya melihat dari jarak agak jauh dan 1 monyet (baca:orang) lagi dengan asyik, mendokumentasikannya.
Ag**, salah satu pelaku, mengatakan kepada petugas bahwa korban tidak melakukan perlawanan apa-apa. Melainkan hanya tersenyum dan bahkan membantu pelaku mengikat kakinya sendiri ketika pelaku kesulitan mengikat dengan baik dan benar. CL*** membenarkan kesaksian temannya ini dan berani membuktikannya lewat dokumentasi yang dia ambil pada saat kejadian.
Peristiwa itu berlanjut dengan diikatnya si korban pada salah satu pilar utama rumah kost. Korban tidak dapat bergerak dan menerima berbagai siksaan tanpa perlawanan. Situasi makin panas walaupun es teh manis (super dingin) disiramkan ke tubuh korban. Karena ingin menekankan bahwa hal ini bukan kenyataan yang pait, para pelaku menyiramkan pula sebotol madu kaya rasa, enak dan bergizi. Namun keduanya tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kuah Pempek Palembang yang konon sudah basi 2 bulan yang lalu. Barang bukti ini saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Kimia Rumah Sakit Jiwa terdekat dan belum diketahui hasilnya.
Balas dendam macam apakah yang sebenarnya dilakukan para pelaku ? Menurut narasumber yang dirahasiakan keberadaanya, sebenarnya peristiwa seperti ini sudah sering terjadi di kost tersebut. Para pelaku dari peristiwa ini adalah orang-orang yang menjadi korban pada saat kejadian sebelumnya. Jadi, mereka tidak terima bila sang korban tidak diberikan “pelajaran” yang sama.
Korban sendiri saat ini sedang dirawat secara intensif di Ruang 212 RS Graha Karmel. Tim dokter yang menangani kasus ini, mengatakan bahwa pada tubuh korban tidak ada bekas pukulan ataupun tusukan dengan benda tajam. Dokter hanya menemukan pada sekitar pundak korban, sebuah gejala yang dikenal dengan istilah “njarem” atau “nyeri otot”. Namun kata tim dokter tersebut, gejala ini ditemukan pada orang yang berolahraga. Gejala ini tidak ada kaitan langsung dengan kejadian penaniayaan itu. Selain itu ditemukan gejala non-relevan lain seperti masuk angin, batuk, pilek dan sariawan. Memang secara fisik, tidak ada luka yang berarti pada korban. Akan tetapi, saat ditemukan, korban terkena depresi super berat yang sangat mencemaskan. Berulang kali sang korban mengatakan “Aku lho nggak mabuk….”, dengan tertawa-tawa. Tim dokter angkat tangan terhadap syndrom ini. Sepanjang sejarah kedokteran, orang-orang yang terkena syndrom ini adalah orang-orang pintar dan bijaksana serta baik hati.
Atas kejahatan penganiayaan ini, para pelaku tidak dikenai hukuman apa-apa. Hal ini sempat mengundang protes dari kalangan sayap kiri yang menginginkan supaya para pelaku diadili. Namun karena tidak ada dasar yuridis yang mengatur tentang kejadian ini, maka pelaku bebas berkeliatan hingga detik ini. (dny)
inset : gambar korban sedang terkulai lemas di lantai saat dianiaya gerombolan pelaku.