Short Notes Archive

Intermezzo

Setelah lama ga buka blog ini. Tiba-tiba ada perasaan ganjil di admin panel blog ini. Dan ternyata.. lho lho lho.. kok jadi wordpress?? setengah happy setengah sedih. happy karena wordpress lebih bagus ketimbang typepad yang kaku itu, sedih karena layout blog nya hilang.. argghh.. my layout…

Cerita hari ini, ga ada cerita yang memotivasi, ga ada lirik bagus, ga ada puisi. Yang ada cuma, perasaan galau dalam hati. Sialnya perasaan ini selalu muncul setiap kali mau kasih training ke client. Ada-ada aja.

Semua ini berawal dari konspirasi antara browser, mouse dan LCD yang menuntun aku ke tempat itu. Sebuah tempat yang seharusnya aku ga datangin. Pemandangan beberapa detik itu cukup untuk merusak mood bagus 1 bulan terakhir ini. Seperti orang bilang : ’some lines should not be crossed’. 

Anyway, thanks sudah membuat rusak mood hari ini.. Blog berikutnya semoga lebih bermutu…

“Yang terjadi satu kali, tidak akan terjadi lagi. Namun yang terjadi dua kali, akan terjadi untuk ketiga kalinya….”

Adieu

Membaca Catatan Perpisahan Dee membuat aku mampu melihat perpisahan dari sudut pandang yang berbeda.

Perpisahan itu hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin.

Perpisahan itu hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Read the rest of this entry »

The Cure

Geez.. In one time I got several sickness. From headache, cough, cold and also sore throat. Perfect. Since I don’t like drugs, tonight I find a perfect cure. It’s called.. Sunrise Cabernet Sauvignon. Yeah… google it and call me crazy… i guess so…

Intermezzo: Ga bisa tidur

It just doesn’t feel right. Udah hampir jam 2 pagi, tapi ga bisa tidur. Mana nanti mesti kerja lagi. Subuh-subuh gini penyakit lama malah kambuh.

Kenapa ya seringkali kita repot-repot memikirkan pikiran orang lain
padahal belum tentu orang itu memikirkan yang kita pikirkan? BIkin ruwet ya?

It sounds ridiculous when I realize that I’m thinking of nonsense. Argh.. Silly me..