Writing Arts Archive

P.E.A.C.E: People Everywhere Are Created Equal

P.E.A.C.E: People Everywhere Are Created Equal
imagine

Imagine P.E.A.C.E @ Strawberry Field

I just want to tell you PEOPLE
Not only here nor there, but all of you in EVERYWHERE
You and me; we, ARE same as humans
We might be CREATED different each other
But I believe, in front of God, we’re EQUAL.

No matter what your religion is,
No matter how you look like,
And no matter what you are fighting for
Please, let’s give peace a chance..

Y.O.U: Yes, Only U

Adalah Kau,
yang selalu membangunkanku di setiap pagi,
yang menyediakan makanan 4 sehat 5 sempurna di setiap saat,
yang memberiku kado istimewa di setiap hari ulang tahunku,

yang mendengarkan semua keluh kesahku,
yang menemaniku disaat ku merasa kesepian,
yang memapahku berjalan ketika kakiku terluka,
yang menghangatkanku di tengah dinginnya malam,
yang menyemangatiku ketika aku membutuhkan dukungan,
yang menghiburku dengan gayamu yang mengundang tawa,
yang memberikan sayapnya kapanpun aku ingin terbang,
yang menceritakan kisah indah masa lalu sesaat sebelum terlelap,
yang memahami ambisi dan keegoisanku,
yang membesarkan hatiku bila aku menemui kegagalan,
yang menenangkan pikiranku saat aku sedang gelisah,
yang menuntunku ketika aku kehilangan arah,Forgetmenot
yang menerangiku di tengah gelap gulita,
yang mengingatkanku bahwa tak ada yang sempurna,
yang mempercayakan harapannya di pundakku,
yang menyertakan aku dalam setiap doanya.

Hanya satu yang kau minta
Setangkai bunga abadi
Yang terpupuk oleh cinta
Dipetik dari taman hati

Puisi Cahaya Bulan

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa 
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kamu masih selembut dahulu? 
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap? 
Sambil membenarkan letak leher kemejaku 
Kabut tipis pun turun perlahan di lembah kasih 
Lembah Mandala Wangi kau dan aku tegak berdiri 
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram 
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin 
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra lebih dekat 
Apakah kau masih akan berkata kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam….
Cinta….

*taken from Gie

Lovebase

Aku dengan yang kumiliki
Dan kau dengan yang kau punyai
Lihatlah betapa bedanya
Namun satu mengikat kita

Ulurkanlah jemari kecilmu
Dengarlah sebuah cerita
Seperti yang kau minta padaku
Tak ada lagi air mata

Akulah kunci hatimu
Demikian juga kau
Kita bukanlah logika
Masih perlukah kata ‘aku dan kau’?

Kalau kau benar-benar menginginkanku
Biarlah kita menyatu
Kita bukan dua
Satu!

Based on Pengantar Basis Data, Logical Database Design Step 2.2 - Thomas Connolly.
Call me crazy but frankly this poem inspired from the Database Relationship lecture in IT subject. Tidak percaya? Berikut penjelasannya secara teknis:
Paragraph 1: Ada 2 table database, atribut/field nya berbeda namun hanya satu yang sama.
Paragraph 2 : Kita ingin join kedua table ini
Paragraph 3 : Primary Key sebuah table menjadi Foreign Key di table lain. Hasil joinnya meleburkan 2 table itu menjadi satu
Paragraph 4 : Self-explained

If I only could be your friend

What a boring day. I would call it Dangdut Lazy Time than Disco Lazy Time(Nidji’s song title). When I opened folders in my computer, I found a file that quite astonishing. It is a poem that I received from my friend.

Couple years ago I wrote a story titled Wait & See: A Story That Never End. A story the long journey finding err.. hmm.. ya.. love (again.. (_ _!)   ) This story was read by some friends, and at the ending of the its chapter, the reader have to reply the story as a letter or a cover story. Cool huh?

A friend of mine, wrote a nice side story and also a poem as a reply. Although I doubt that it is a original piece, but I still like it. And here is the most beautiful poem I have ever known.

Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu,
Kalau hanya itu tempat untukku di hatimu.

Kan
kuterima itu dengan bangga.

Kubuktikan diriku yang terbaik untuk menjalaninya.

Kan kuberikan bahuku padamu untuk tempat
mengadu
Kan
kutunjukkan betapa pedulinya aku padamu

Aku kan selalu siap kala kau membutuhkanku.
Aku akan selalu berada di dekatmu. 

Kalau aku hanya bisa
menjadi temanmu
Yang mendengar saat kau menangis

Kan
kuterima itu dengan bangga.

Kan
kujalani dengan sukacita.

Cintaku padamu lebih dalam
Daripada yang pernah kausadari.
Tanpa mengharapkan kau mencintaiku
Untuk itu mesti kubiarkan kau berlalu

Kau perlu waktu untuk menentukan tujuanmu.
Kau perlu waktu tuk merenungkan pikiranmu.

Tapi saat perjalananmu
berakhir
Dan jalur yang kautempuh selesai sudah
Ingatlah aku sahabat baikmu
Yang mencintaimu sejak awal mula.

 
Walau
kepadamu aku merasakan cinta,
Menjadi
temanmu aku akan senantiasa.

Isn’t it lovely? Whoever wrote this poem, i would give him/her a big applause.

Sebuah Cinta Yang Tersirat

Ya.. Hanya sederetan larik-larik bisu yang terlalu sayang untuk dibuang dan terlalu manis untuk dilupakan. Ditulis sebagai lanjutan dari "Ini Rindu Bukan Puisi". Barangkali, sekarang sudah tidak ada artinya. Namun demikian, tetap saja dibuang sayang.

Sebuah Cinta Yang Tersirat
Inilah sedikit cerita
Tentang cinta
Ah.. lagi lagi cinta

Ini rindu, bukan puisi
Suatu hari ia kirim ke pujaan hatinya.
Tetapi hanya hening yang dia dapat.
Impian bodoh pikirnya dalam hati
Luapan hatinya ternyata tak cukup mengguncang pantai
Lama sekali dia menunggu jawaban

Namun dia tetap menunggu dan menunggu
Esok, mungkinkah lebih indah?
Entah sudah berapa kali dia hampir menyerah
Dan sayangnya ini kisahnya, bukan kisahku

Yang dia inginkan telah jadi kenyataan
Orang bilang inilah yang namanya berjuang demi cinta.
Untuk selamanyakah?

Tentu bukan tanpa alasan judul di atas diambil. Semoga anda menyadarinya sewaktu membaca puisi ini.

Selamat memperjuangkan cinta anda!