What a boring day. I would call it Dangdut Lazy Time than Disco Lazy Time(Nidji’s song title). When I opened folders in my computer, I found a file that quite astonishing. It is a poem that I received from my friend.
Couple years ago I wrote a story titled Wait & See: A Story That Never End. A story the long journey finding err.. hmm.. ya.. love (again.. (_ _!) ) This story was read by some friends, and at the ending of the its chapter, the reader have to reply the story as a letter or a cover story. Cool huh?
A friend of mine, wrote a nice side story and also a poem as a reply. Although I doubt that it is a original piece, but I still like it. And here is the most beautiful poem I have ever known.
Kalau aku hanya bisa menjadi temanmu,
Kalau hanya itu tempat untukku di hatimu.
Kan
kuterima itu dengan bangga.
Kubuktikan diriku yang terbaik untuk menjalaninya.
Kan kuberikan bahuku padamu untuk tempat
mengadu
Kan
kutunjukkan betapa pedulinya aku padamu
Aku kan selalu siap kala kau membutuhkanku.
Aku akan selalu berada di dekatmu.
Kalau aku hanya bisa
menjadi temanmu
Yang mendengar saat kau menangis
Kan
kuterima itu dengan bangga.
Kan
kujalani dengan sukacita.
Cintaku padamu lebih dalam
Daripada yang pernah kausadari.
Tanpa mengharapkan kau mencintaiku
Untuk itu mesti kubiarkan kau berlalu
Kau perlu waktu untuk menentukan tujuanmu.
Kau perlu waktu tuk merenungkan pikiranmu.
Tapi saat perjalananmu
berakhir
Dan jalur yang kautempuh selesai sudah
Ingatlah aku sahabat baikmu
Yang mencintaimu sejak awal mula.
Walau
kepadamu aku merasakan cinta,
Menjadi
temanmu aku akan senantiasa.
Isn’t it lovely? Whoever wrote this poem, i would give him/her a big applause.