Archive for the ‘Daily Life’ Category

R.A.I.N: Remembering An Irreplaceable Night (2)

Wednesday, February 13th, 2008

Sebelum anda membaca ini, pastikan anda sudah membaca R.A.I.N Part 1.

14 Februari 2003,
Kemarin E sudah memberikan invitation card itu ke dia. Sepertinya dia tidak menduga acara ini hanya untuknya. That’s good. Aku begitu tidak sabar menunggu bel akhir sekolah padahal bel masuk pelajaran pertama baru saja berbunyi. Tiba-tiba seorang teman memberikan sekotak kado. ‘Titipan dari seseorang’, katanya. Could be her? Ternyata bukan dia, tetapi anonymous. Walaupun hanya 6 jam pelajaran, hari ini terasa lama sekali. Akhirnya jam pulang itu datang juga. Sesuai rencana, E akan datang ke rumahku jam 4 dan mengantar aku ke rumah S (poor me.. I didn’t have a car) sambil membawa beberapa barang dari rumahku. Sesampai di rumah S, S sudah bersiap-siap pergi ke Surabaya, dan tinggallah aku di sana. Waktunya bersih-bersih. Perlu waktu sekitar 2 jam untuk menyiapkan segalanya, mulai dari menyapu, menata lilin, dan mandi. Now it’s perfect.

Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Saat ini E, K dan dia sudah di perjalanan ke rumah S. Dia ditutup matanya sehingga tidak tahu akan dibawa kemana. Tidak lama kemudian, E mengirim SMS tanda dia sudah dekat. It’s show time, wish me luck.

Lampu sudah dipadamkan dan kini ruangan itu hanya diterangi remang-remang lilin-lilin kecil saja. Di balik pintu itu, dia masih tertutup matanya dan aku berdiri menunggunya masuk sambil membawa bunga spesial itu. Dag, dig, dug rasanya tidak karuan. E dan K mengantar dia ke ruangan itu dan membuka tutup matanya. Setelah itu mereka langsung kabur meninggalkan aku dan dia. Berdua.

Lagu ‘First Love - Utada Hikaru‘ memasuki intronya. Dan dia berusaha menyesuaikan matanya yang cukup lama merasakan gelap, kini harus melihat cahaya lilin. Dia bingung dengan apa yang dia lihat. Namun reaksinya tidak yang terlalu ‘wah’. Cukup mengherankan memang. Setelah dia melewati jalan setapak itu, aku menyerahkan bucket bunga itu dan menyuruhnya duduk.

Tenderloin special* (* = rasa tidak ditanggung) kubawa dari dapur ke meja makan, dan aku membuka botol Sparkling Grape yang sudah tersedia di meja. Sambil menikmati "steak" itu, aku dan dia membahas tentang ini semua. Dan dia cuma terheran-heran saja. Dia tahu dimana dia berada, karena S adalah teman baiknya dan dia pernah ke rumah ini sebelumnya.

Puncaknya adalah ketika makan malam selesai dan dia beranjak dari kursinya dan saat itu lagu ‘When A Man Loves A Woman‘ mengalun. Apakah ini sudah diatur? Jawabnya, sudah! :D I hold her from her back, and I say ‘ would you be {censored}…’
It’s a perfect moment. So… perfect.

I will let you decide the ending of this story by yourself. Still, let me remembering this irreplaceable night in the middle of the rain…

A memorable good from that night:

Pict194_1
Tutup botol Sparkling Grape itu masih  tersimpan dengan baik hingga sekarang dan akan selalu menjadi saksi bisu kejadian malam itu.

Thousand thank you to my friends who helped me beneath my wings. That night would never be existed without your supports, guys. Happy Valentine Day!

PS: Do you still remember that irreplaceable night.., Me?

R.A.I.N: Remembering An Irreplaceable Night (1)

Wednesday, February 13th, 2008

Belakangan ini, hujan selalu menghiasi langit. Rasanya ada yang kurang seandainya satu hari saja jalanan tidak dibasahi air hujan. Dan seperti biasanya, aku mengamati hujan dari antara tirai jendela di kantor. Dari sinilah seringkali pikiran ini sempat-sempatnya melayang kemana-mana.

Beberapa jam lagi hari akan berganti menjadi 14 Februari. Orang menganggap hari itu adalah hari yang special, hari cinta kasih katanya. Yang sebenarnya adalah konspirasi besar-besaran dari penjual bunga, penjual coklat dan penjual kartu ucapan (belakangan, semua pihak ikut serta dalam konspirasi ini). Tapi ya sudahlah, dinikmati saja. Apalagi kalau ada yang bisa diajak merayakan bersama.

Hujan masih saja turun. Artinya, pikiran ini semakin punya banyak waktu untuk melayang-melayang. Dan aku pun melayang ke hari itu, remembering an irreplaceable night.

[ambil dulu camilan dan secangkir kopi untuk menemani anda melanjutkan membaca dongeng ini]

Kembali ke tahun 2003. Masa terindah dalam hidup, high school life. Aku buta. Tidak secara fisik, bukan juga secara mental. Pendek kata, in love. Sekitar seminggu sebelum V-Day, selagi hang out dengan teman-teman, muncul keinginan untuk merayakan V-Day yang spesial dan tidak terlupakan, A candle light dinner! Sweet? Not yet, makan malam di resto adalah hal biasa, lebih luar biasa kalau di tempat yang spesial juga.

Lokasi adalah hal yang paling krusial dari ‘project’ ini. Untungnya, S, teman sekelasku yang tinggal sendirian di Malang, kebetulan ada acara ke Surabaya. Sungguh baiknya dia, rumahnya boleh aku pinjam untuk beberapa jam. Itu lebih dari cukup. Berikutnya adalah waktunya untuk memikirkan hal-hal yang lebih detail. Misalnya: dekorasi, makanan, run-down. Dan lama-lama ini terdengar seperti acara orang mau married. Bedanya, kali ini tidak ada tamu. :)

Setelah mensurvei rumah S ini, muncul gambaran bakal seperti apa acara ini:
Map

Disupport oleh beberapa orang teman yang rela mengorbankan waktu dan property mereka, persiapan acara ini berlanjut ke step berikutnya.

Alat dan Bahan:
- 3 dozens Mini Candle (buat jalan setapak ke meja makan)
- Accessories Glow in the dark (ditempel di jendela)
- Exclusive Flower Bucket (buat dikasih)
- 2 CD’s contains of selected songs (buat menghidupkan suasana :) )
- 2 table candles (Ungu dan Pink; our favorite color)
- 1 Candle Holder (property of E)
- 1 bottle of Sparkling Grape (pengganti Wine; anak SMA ga mampu beli Wine)
- 2 Wine Glasses (paling tidak, gelasnya pakai gelas Wine; ambil dari rumah)
- 2 Tenderloin meats (kebetulan nyokap ada buat daging dibumbui)
- Ratna’s Special BBQ Sauce (sama seperti di atas)
- 2 Hotplates and Dinner Sets
- 1 Special designed Invitation card (ceritanya, dia dikasih undangan buat hari H nya)
- 1 black fabric (kain buat nutupin mata dia)

Setelah mengumpulkan alat dan bahan, berikutnya adalah tahap persiapan pada hari H. 14 Februari 2003 jatuh pada hari Kamis, yang artinya aku masih harus sekolah dulu paginya dan persiapan baru biasa dilakukan setelah pukul 2.

[btw, sepertinya sudah mulai kepanjangan, jadi disambung lagi di part 2. silahkan bungkus kembali camilan anda dan cuci gelas kopi anda atau kembali ke kerjaan anda yang terpending gara-gara baca blog ini.]

Kaleidoscope 2007

Tuesday, January 1st, 2008

Tahun 2007 ini benar-benar terasa spesial buat gw. Lot things happened, either better or worse.

Januari 2007

Mulai dari januari, bulan paling
nggapleki. 1st jan, gw break up sama seseorang yang menurut
gw ’sempurna’. Setelah hampir 4 tahun, akhirnya cerita itu tamat sampai hari
itu. Reason? My ego. 2 hari kemudian, I lost my precious notebook di kampus.
Laptop itu hasil nabung dari uang bulanan dan isinya data skripsi. Reason? My
reckless.


Februari 2007

Gara-gara banjir, sidang skripsi
gw ditunda jadi bulan Februari Dengan sisa-sisa semangat yang ada, gw tetap
berharap yang terbaik. My team had given our best. Tapi, pengujinya berpendapat
lain dan nilainya tidak memuaskan. Reason? My unlucky. Sudah waktunya untuk
berpikir tentang langkah berikutnya. Beberapa temen ngajak S2 di Aussie. Tanpa
mikir, gw iyain aja. I asked God to send His angel upon me.


Maret 2007

Sebulan penuh ini, gw kursus IELTS  berempat dengan teman-teman gw yang konon mau
ke Aussie.  Di tempat kursus ini gw ketemu beberapa teman baru. They shared
their ‘australian dream’. Di bulan ini pula, gw dapat info tentang kantor
tempat gw kerja sekarang. Sejujurnya gw nggak berharap diinterview. Tapi belum
lepas dari syndrom ‘tanpa pikir panjang’, sekali lagi gw iyain aja. Di bulan
ini pula Tuhan mengirimkan seorang malaikat penghibur.

April
07

Awal bulan, gw sempat balik
kampung. Kesempatan ini gw gunakan buat have fun dengan teman2 di Malang.
Totally fun! Setelah balik Jakarta,
langsung tes IELTS! I got score 7. And, 16.4.07, my first day of work. So
bored.. Cuma disuruh baca-baca.. Tanggal 25 dapat gaji! My first salary..


May 2007

3 minggu setelah kerja, ikut ke klien untuk pertama kalinya. Quite interesting.
Memasuki hari hari pulang malam dan kehilangan sebagian kehidupan.


June 2007

My birthday! Ga disangka, tradisi
Karmelworks itu masih berlaku. Alhasil, kaki luka, dapet kue taart n belajar
meloloskan diri ala Houdini. Birthday party @ hanamasa, dihadiri temen-temen
seperjuangan dan special guest, an angel called Matahari.


Juli 2007

7.7.07, my graduation day.
Akhirnya resmi juga gelar S.Kom itu. Kebahagiaan sempat berkurang karena hanya
nyokap aja yang mau datang. Bisa sih kalau mau maksa, tapi bisa bisa malah
tambah ruwet.
Ada rasa sedih juga setelah lulus harus jalan sendiri-sendiri. Mengingat selama ini
selalu gotong royong dengan yang lain. Grup gila bubar tanpa penutup. Banyak
dari teman seangkatan yang lost contact setelah hari itu. Truth hurts.

August
07

Hari merdeka! Ketemu dengan
teman2 HIMTI. Sebagian sama sebagian berubah. First time pergi berdua dengan
matahari. Yeah.. Panas dong.. Sementara itu, ada project baru yang konon
menyita banyak waktu. I really felt like a stupid in this project and I guessed
that I was. Ada acara ke Dufan bersama Prosia. Quite fun,
walaupun si bos harus pulang duluan setelah baru naik satu wahana. Dan
sayangnya, acara ini diadakan setelah ada 2 orang yang mengajukan resign.

September
07

Memasuki awal tahun ajaran baru
di Binus. Anyway, who cares.. Ikut acara HILET, jadi semacam rendezvous
kecil-kecilan. Entah kenapa, gw merasa senang kalau bertemu sama mereka-mereka
ini. Sementara di kantor, 2 orang resign. Cukup merasa kehilangan karena
keduanya merupakan orang-orang yang membuat suasana kantor jadi fun. Di sisi
lain, matahari tetap bersinar dan mulai sering nongkrong di Pondok Indah setiap
weekend. Sabtu pagi jadi hari visit campus day and lunch di kampus. I’m happy.

Oktober 2007

Bulan penuh fun. Bulan penuh
pengeluaran. Bulan penuh pertimbangan. Hampir tiap minggu nonton bioskop. Dan
setelah mikir-mikir panjang, survey internet, dan lain-lain, beli HP baru! Pertengahan
Oktober, masa paling indah di tahun 2007. I am so so so happy.

November 2007

Bulan Anti-klimaks. Bulan yang
berkebalikan dari bulan sebelumnya dan juga masa paling suram kedua (setelah
Januari) di tahun 2007. Penuh dengan ketidakpercayaan, kekecewaan, dan merasa
dipermainkan. Dari sini gw belajar bahwa manusia tidak pantas untuk mencintai
malaikat. Look at the bright side. Di bulan ini gw lulus ujian ilmu ikhlas
level 4. Dengan pikiran yang kacau, selama seminggu harus kasih training dalam
bahasa Inggris. It sucks! Btw, temen-temen kantor sepakat buat ke Bali bulan Januari 2008.

December 2007

Diawali dengan surprise yang
mengejutkan dan masih berhubungan dengan bulan sebelumnya sampai-sampai
kehilangan kata-kata sama sekali. Celakanya lagi, awal bulan ini ada training
lagi. 2 minggu full bahasa Inggris. Di kantor ada acara outbound ke Cilember.
Quite fun juga. Di acara ini jadi keliatan watak masing-masing orang dan juga planning
perusahaan tahun depan. Pulang-pulang jadi gosong dan badan sakit semua. Yang
paling asyik di bulan ini adalah pulang ke Malang, Seminggu wajib militer di bakery
Initial R dan ketemu dengan temen-temen SMA. Mereka-mereka yang aku kenal sedikitnya
sejak 7 tahun yang lalu, bahkan ada yang sejak aku masih di bangku TK. They
know the real Danny. Which Danny that you know?

 
Tahun 2007 sudah berakhir, semoga
tahun 2008 lebih baik dari tahun 2007. Apa ya Resolusi 2008. Nanti deh..
ngantuk…