Daily Life Archive

Ideas Part 1

Kalau sedang melamun, makan, denger lagu, lihat sesuatu, dengar sesuatu, sedang apa aja, otak ini tidak pernah berhenti berpikir. Otomatis selalu terpikirkan hal-hal imaginatif yang seringkali menjadi sebuah ide. Sekedar menemukan ide, itu gampang. Di kepala ini serasa banjir ide. Namun, mengubah ide menjadi nyata itu yang susah.

Seringkali ide-ide itu terlewat begitu saja. Sayang sekali. Kalaupun ingat, ternyata aku tidak punya waktu untuk merealisasikan ide-ide itu. Aku terjebak di rutinitas kesibukan kerja yang sangat menyita waktu. Sampai kapan ini akan berlanjut? Apakah ide-ide itu harus pergi begitu saja?

Memang ide-ide itu bukan ide yang bakal bisa mengubah dunia atau apalah. Itu cuma sekumpulan obsesi pribadi yang muncul dan butuh untuk dituangkan namun membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga. Kalau ide itu berhasil diwujudkan, sebenarnya aku tidak dapat apa-apa selain kepuasan. That’s it. Satisfaction.

Ada dua sisi tentang pemikiran ini:
1. Tujuan hidup itu untuk apa? Memenuhi impian atau apa? Apa hidup yang seperti sekarang ini yang aku mau?
2. Buat apa melakukan sesuatu yang nggak berguna? Do something useful donk.

Apa perlu aku menarik diri dari dunia kerja demi obsesi-obsesi ga berguna ini? Kok sayang ya…

Dear Danny in the Future

Dear_futureme_small"Dear Future Me,
How are you? I am you at 5 years ago. I hope you still open your mailbox. What happened in these 5 years? Do I have a baby? Who is my wife? Is she nice? Do you remember this day? Where are you now? You are still alive, right? Don’t forget to eat!

Danny"

Sewaktu kecil dulu, saya bersama beberapa teman pernah menimbun kaleng yang berisikan mainan yang kami punya. Janjinya kaleng itu akan dibuka beberapa tahun kemudian, atau kalau sudah dewasa. Sepertinya kami ini korban terlalu banyak nonton TV. Sekarang saja saya sudah lupa di mana kaleng itu.

Lupakan soal kaleng itu, seiring teknologi dan internet semakin menjamur. Muncul inovasi tentang time capsule message ini. Bedanya, anda tidak perlu mengingat kalau anda pernah menulis pesan itu di masa lalu. Lupakan dan ingatlah hal lain yang lebih penting. Thanks to email, anda tidak perlu kuatir bila pesan anda tidak sampai ke rumah anda. Selama anda tidak mengubah alamat email anda dan selama provider layanan ini tidak bankrut, insyaallah sebuah email dari masa lalu akan anda terima.

Banyak yang bisa anda tulis kepada anda sendiri di masa depan. Kedengarannya memang konyol, tapi this is fun. Anda tidak akan menyesalinya. Malahan mungkin anda akan merasa bersyukur dan berterima kasih kepada saya.

Kita tahu bahwa waktu tidak dapat diputar kembali. Ada banyak hal di masa lalu yang anda ingat tapi sekarang sudah lupa. Janji terhadap diri sendiri misalnya. Jika anda pernah kuliah di Universitas Bina Nusantara, anda pasti pernah dengar pepatah, "Sering-seringlah simpan pekerjaan anda."  Buatlah satu checkpoint tentang kehidupan anda, apa yang anda capai saat ini, harapan anda dan ingatkan diri anda sendiri betapa konyolnya anda saat ini. Supaya anda yang di masa mendatang bisa tersenyum melihat kekonyolan anda sendiri.

Jangan menulis untuk diri anda 30 tahun mendatang. 30 tahun lagi barangkali anda sudah tidak pernah buka internet, email anda ganti, atau providernya sudah bankrut. Nah, silahkan mulai menulis pesan untuk diri anda sendiri di masa mendatang!

Untuk menulis pesan, buka link ini : FutureMe.Org

A Walk to Forget

Kali ini aku bukan menulis blog di bawah rimbunnya pohon tua yang berderai-derai, bukan juga dibawah sinar bulan. Melainkan hanya terduduk sendiri di depan layar Notepad ditemani oleh dengungan bunyi AC tua di kantor yang tempaknya sudah bosan menjadi AC. Barangkali sama bosannya dengan aku menunggu jam pulang kantor. Aku baru saja mematikan satu-satunya lagu MP3 di komputer ini. Judulnya Seasons of Love. Liriknya bagus. Tapi khusus hari ini rasanya terdengar menyindir di telinga.

Five hundred twenty-five thousand six hundred minutes,
Five hundred twenty-five thousand moments so dear.
Five hundred twenty-five thousand Six hundred minutes
How do you measure, measure a year?
In daylights, in sunsets, in midnights
In cups of coffee
In inches, in miles, in laughter, in strife.
How about love?
How about love?
How about love? Measure in love
Seasons of love. Seasons of love

Love?
Cinta? Makan tuh cinta!™. If you still believe in the power of love, then bless your soul. I don’t know what love is but I know the more you love the more you suffer. Seolah-olah keduanya adalah dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan.

Mana yang lebih bahaya antara rokok dan cinta? Cinta bisa menyebabkan orang jadi stress dan merokok. Sedangkan tidak ada kaitan antara merokok menyebabkan jadi cinta. Jadi, segala penyakit merokok bisa dikarenakan cinta. Artinya, cinta lebih berbahaya sebab bahaya cinta = bahaya rokok++. Harusnya pemerintah juga mengingatkan bahwa cinta juga dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin plus sakit hati, kantong kering, dan gangguan kejiwaan.

Cinta memang bertebaran dimana-mana. Sesuai prinsip ekonomi, ada demand ada supply. Semakin banyak orang merasa membutuhkan cinta, semakin banyak pula penjaja cinta. Saking banyaknya hingga kualitas cinta sekarang ini tak ubahnya produk made in China. Dulu cinta itu ibarat berlian. Namun sekarang muncul cinta versi Sterling silver 925 atau bahkan versi Stainful(penuh noda) Steel. Kualitas hubungan yang ala kadarnya menjadikan kata-kata seperti ‘putus’, ‘break up’, ‘cerai’ diucapkan tak ubahnya eek/boker/ngebom/BAB di celana. Gampang! Hitung saja berapa jumlah artis yang gonta-ganti pacar, cerai serta nikah siri.

Hal tersebut nampaknya kontras sekali dengan yang aku alami. Post-effectnya benar-benar luar biasa. Lihat apa yang tersisa sekarang? Lucu melihatnya. Terkurung oleh tempurung yang aku ciptakan sendiri. Berharap pada kesia-siaan namun tetap berharap walaupun tahu bahwa itu sia-sia. Selalu memikirkan orang lain tanpa berpikir bahwa orang tersebut belum memikirkan yang sama dengan yang sedang aku pikirkan. Orang bodoh dari mana ini? Mencoba menemukan yang lebih baik, menemukannya namun sekali lagi tetap saja tidak berani keluar dari tempurung. Orang ini lebih bodoh lagi. Menyadari kehilangan sesuatu ketika sesuatu itu sudah hilang. Kebodohan yang nyaris sempurna. Lalu tidak lupa mengulangi kesalahan yang sama dan jatuh karena hal yang
sama. Sumpah, benar-benar tak terkalahkan bodohnya. Dan bodohnya lagi, semua itu menunjuk ke satu orang yang sama. Yes, me :)

Bila melihat kiri-kananku, tenyata bukan aku saja yang begini. Namun sepertinya kebanyakan dari mereka sudah bisa keluar dari tempurungnya. Selamat! Pasti menyenangkan bisa seperti itu. Tidak perlu repot-repot mengalami depresi kronis, kehilangan selera makan, kehilangan motivasi, kehilangan passion, kehilangan tujuan, dan kehilangan laptop. Walaupun demikian, ada juga yang lebih parah. Jelas-jelas sudah dikhianati pun, masih saja tidak bisa merelakan. Yang harus disadari adalah bahwa tidak ada yang lebih memikirkan kita selain diri kita sendiri, jadi mulailah untuk memikirkan diri sendiri terlebih dahulu ketimbang orang lain. Ini wajib hukumnya buat orang-orang sok baik seperti saya. Semakin anda baik, semakin anda akan diinjak orang. Dan percayalah kepada Ibu Kita Kartini, bahwa habis gelap, terbitlah terang. Permasalahannya hanya ‘Kapankah terbitnya?’

Terima kasih buat mereka-mereka yang tidakhentinya berusaha menyadarkan aku dari mimpi semu ini dan juga kepada matahari yang selalu bersinar. It’s time to go home. Sekarang sudah waktunya mengakhiri deretan kata ini dan menatap matahari. Walaupun malam, matahari tidak pernah tenggelam bukan?

Some tips before you start a new relationship:
1. Check the background. Including: dating experience, reasons of break up, belief, family background, and if possible, genetic & mental disease
2. Think about the future: Always ask yourself whether he/she is the one, imagine about both of you in 1,5,10,20 and 50 years from now.
3. Don’t ever thinking about trial and error. It will hurt both of you.
4. Never push your feeling. Soon or later someone will regret.
5. You have to be able to answer this question clearly : ‘If your Ex beg in front of you and ask you to back, what will you answer?’ You have clearly answer ‘NO!’ or in YM style ‘Thanks, but No, Thanks’.
6. Kalau anda merasa hebat, tidak perlu pacaran langsung lamaran saja. Buat apa pacaran? Kayak anak kecil saja. Cara ini tidak cocok buat mereka yang hobby wisata kuliner makan cinta.

Seasons of Love : http://www.youtube.com/watch?v=hj7LRuusFqo

What Do You Hate at Most?

26 Agustus, sebuah hari Sabtu
tanpa acara tidur panjang. Hari ini keluarga kecil Prosia jalan-jalan ke Dunia
Fantasi, Ancol. Tapi sayangnya, blog ini bukan tentang itu. Bermula ketika
seorang teman tiba-tiba menanyakan tentang hal yang paling aku tidak suka di
dunia ini. Awalnya aku bingung dengan pertanyaan ini, saking banyaknya hal yang
aku tidak suka, dan saking bingungnya mau menjawab apa, aku hanya menimpali,
“bertemu wanita seperti kamu. ” Tentu saja hanya bercanda. Jelas sekali bukan
jawaban macam itu yang dia harapkan. Lalu dia mencoba memberi contoh seperti
menunggu, dibohongi, dll. Karena sudah capek hati dengan jawabanku tadi,
pertanyaan ini tidak perlu lagi untuk dijawab.

 

Malamnya, di sebuah tempat makan
di pinggir pantai yang penuh sesak dengan hiruk pikuk manusia, tiba-tiba saja
pertanyaan tadi pagi itu terngiang kembali. Sambil menunggu datangnya makan
seafood yang tidak perlu dijelaskan apa nama masakan dan bagaimana rasanya itu,
aku mencoba memikirkan kembali jawaban yang sebenarnya dari pertanyaan itu.

 

Dibohongi. Siapa yang suka? Tapi rasanya bukan hal ini yang
menurutku paling tidak aku suka. Dikecewakan.
Mirip-mirip dibohongi, sering terjadi, tapi lama-lama sudah terbiasa. Rasanya juga
bukan ini. Menunggu. Menunggu adalah
satu hal mengesalkan. Waktu yang notabene seberharga uang menjadi terbuang sia-sia.
Kecuali anda termasuk orang yang bisa mengefektifkan waktu menunggu dengan hal
lain sehingga waktu anda tidak terbuang sia-sia. I spent couple years just for
waiting
. Sendirian, As Ricky Martin
said, Nobody wants to be lonely. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri. Namun
ada kalanya kita perlu untuk menyendiri. So, don’t think too hard about that.

 

Selagi berpikir, aku memainkan
handphoneku. Tekan ini tekan itu tanpa alasan yang jelas dan sampailah aku pada
sebuah lagu favoritku. Dan aku baru ingat, hal yang aku paling tidak suka adalah
menyukai orang yang tidak seharusnya aku
sukai.
Bukan hanya pengalaman pribadi, namun juga melihat dari keadaan sekitar.
Hal ini terjadi ketika logika dan perasaan tidak bisa berjalan beriringan.
Akibatnya, diri sendirilah yang merasakan getirnya. Kalau anda pernah hamper kehabisan
napas di dalam air, seperti itulah kira-kira rasanya.

 

Sebenarnya, ada satu hal lagi
yang tidak aku sukai. Perpisahan. Perpisahan
itu tidak pernah ada habisnya. Demikian juga dengan pertemuan. Ketika segalanya
terasa sempurna, tak terkira kesempurnaan itu hanya berlangsung sekejab
kerlingan mata. Bulan September depan misalnya, perpisahan itu akan terulang
kembali. Tidak hanya satu, namun dua kali. Tidak ada gunanya mencoba menghentikan
perpisahan tak terelakkan itu. Yang aku bisa hanya menikmati sisa waktu yang
ada ini dengan baik. I really really hate this kind of feeling. Farewell D! Farewell
R! Wish you all the best for the rest of your life.

Now tell me what do you hate at most…

Tidak Berdaya

Seperti inikah rasanya dokter yang gagal menyelamatkan nyawa
pasiennya?
Atau mungkin seperti ini rasanya orang tua melihat nasib
keluarganya jadi gelandangan?
Apa barangkali seperti ini rasanya melihat rumah sendiri
habis dilahap api?
Jangan-jangan induk kucing pun merasakan seperti ini ketika melihat
anaknya masuk sumur?

 

Seperti ini lho rupanya jadi tak berdaya. Membiarkan segalanya
terjadi begitu saja tanpa bisa berbuat apa-apa Muncul setumpuk penyesalan yang
diawali dengan kata “Seandainya saja…
Bukan aku tak pernah menegakkan kepala dan berjuang. Sudah letih aku berlari selama
ini Hingga detik terahir pun, aku tidak menemukan apa-apa

 
Seperti ini lho rupanya jadi tak berdaya. Sekali-sekali anda
perlu merasakannya. Tidak sepedas cabe dan tidak setajam pisau dapur namun cukup
menyakitkan.

Nine Fridays

Akhir-akhir ini ada yang berubah dari Danny. Perubahan yang barangkali membuat heran orang-orang yang telah lama mengenal aku. Sembari sebagian orang masih tertegun, sebagian lagi hanya tersenyum dan mengatakan ‘good!’. Yup, akhir-akhir ini si kafir ini jadi suka ke gereja.

Apakah dunia sudah dekat kiamat? Ataukah Danny sudah gila? Karena kiamat tidak akan pernah datang, anggap saja Danny sudah gila. Apa sih yang dicari di gereja? Girls? Nope! Aku mencari sesuatu yang sekali lagi terdengar gila. Inspiration.

Pertama kali aku menyadari adanya inspirasi di Gereja adalah beberapa bulan lalu. Saat itu aku merasa jadi orang yang paling sial sejagat. Felt so hopeless. Tiba-tiba saja muncul keinginan untuk mencari ketenangan di tempat yang paling cocok untuk merenung. Gereja. Cuacanya biasa-biasa saja. Doaku biasa-biasa saja. Misanya juga biasa-biasa saja. Namun, setelah selesai misa, inspirasi itu datang. Sesuatu yang luar bisa terjadi tepat di depan mataku.

Inspirasi itu memukau nalarku, menyadarkan aku bahwa ternyata jagatku itu kecil. Ada yang lebih menderita ketimbang aku. Melihat itu membuatku merasa kehilangan hak untuk bersedih. Seolah-olah aku ditampar oleh Tuhan dan ditegur : "Everything happened upon you was nothing, Danny!"

Sejak itulah, setiap kali aku memerlukan inspirasi, di sanalah aku mencari dan menemukannya.

Nine Fridays
Seorang teman mengatakan bahwa seseorang mengikuti misa pagi setiap Jumat pertama selama 9x berturut-turut, insyaallah doanya terkabul. Tapi 9x jumat pertama sama dengan 9 bulan! Bagi manusia yang tiap hari terbiasa dengan sesuatu yang cepat, 9 bulan adalah waktu yang diluar batas waktu. Kenapa tidak 9x jumat tiap minggu saja? Mau enaknya saja!  (_ _!) Ya memang, siapa yang tidak mau enak. Let see if it works. Mari kita lihat 9 minggu lagi. Semoga permohonan kecilku berkenan bagiNya.

Ini Rindu, Bukan Puisi

158443461479723m
Saat kita terbaring sendiri di atas ketenangan

Berada jauh dari istana kita

Tertekur diantara pahitnya malam

Lelah tak dapat lagi bergerak
badan ini

Kita berdua di perbatasan kata selamat tinggal

Kemanakah suara burung berkicau yang biasa kita dengar ?

Kemanakah pagi yang biasa menanti di ujung jalan waktu?

Kenapa semuanya serasa diam membisu ?

Menjadi sepia bersama tirai yang menjauh

Coba ingat kembali detik detik yang kita buang sia sia tak bermakna

Ingat kembali rasa nikmat secangkir teh hangat di pagi
itu
Ingatkah saat kita selalu katakan kata sampai jumpa?
Ingatkah saat saat kita masih bisa bergandengan tangan?

Biarlah jarum jam berputar mundur dalam benak angan

Dan bangunlah dari mimpi kelabu yang menghantui bayangmu

Lihatlah setitik putih yang kau abaikan itu

Sadarkah bahwa semuanya sudah berlalu…?

Namun suatu hari nanti kita bisa mengulanginya sekali lagi

Hanya untuk satu kali saja

Dan bila saat itu tiba

Tolong… jangan kau lepaskan aku lagi….


Encore:

Seandainya saja kau lihat rindu di atas telapak cintaku
Ia tak pernah berhenti berpijar
Lilin hati yang lirih bernyanyi
Menemani bintang dari bersinar di kejauhan

In Between Dreams

Bukan bermaksud mengambil judul
album music dari Jack
Johnson
maupun mereview album tersebut, satu frase yang artinya telah saya
simpulkan sendiri tanpa mengecek kamus ini mengawali omong kosong saya kali
ini.

Melalui kacamata yang saya lihat, mimpi bisa
diartikan sebagai :

  1.  a series of mental images and emotions
    occurring during sleep
    ; kumpulan gambaran bersifat mental dan emosi yang
    terjadi pada saat tidur,
  2. experience while sleeping; pengalaman
    saat tidur,
  3.  ambition: a treasured wish; ambisi,
    keinginan yang berharga
  4.  A dream is a state of
    existence
    where you wander around
    without any
    clothes on and no one notices (including yourself) until it is too late.(blame www.uncyclopedia.org)

Dengan mengabaikan definisi
terakhir yang terdengar mabuk, mimpi dapat dipisahkan menjadi dua hal yang
berbeda. Yaitu segala hal yang kita
bayangkan saat kita tidur mulai dari mimpi jadi idol, superhero, gay, ataupun
mimpi jadi produser film JAV, dan yang kedua, mimpi sebagai suatu cita-cita
yang ingin kita wujudkan, mulai dari ingin jadi idol, superhero, gay, ataupun
ingin jadi produser film JAV. Di kampoeng saya, kata ‘impian’ lebih tepat untuk
digunakan. Entah bagaimana di kampoeng anda.

Dream

Setidaksalahnya
(baca:sebenarnya), mimpi adalah hasil dari aktivitas gelombang otak yang
bekerja di alam bawah sadar. Percaya atau tidak, sebenarnya segala mimpi anda
itu ada artinya. Jika anda mimpi, sedang berlari, artinya anda mempunyai
masalah yang ingin anda hindari. Jika anda bermimpi sedang bernyanyi, artinya
anda sedang bahagia. Jika anda bermimpi berlari sambil bernyanyi, berarti anda
tidak waras. Penasaran dengan arti mimpi anda, coba buka kamus mimpi di
internet, tapi yang ini bukan tafsiran mimpi dengan angka yang biasanya
dijadikan pedoman judi togel.

Setiap orang, pria atau wanita, single
atau couple, keren atau jelek, gila atau waras, ngeblog atau tidak,
masing-masing pasti punya impian. Termasuk saya, pria, single, keren, waras dan
ngeblog ini. Sejauh ini, sudah beberapa impian saya tercapai, banyak yang belum
dan tidak sedikit yang gagal. Biar tidak dibilang ingin curhat,ada
baiknya tidak saya sebutkan satu per satu. Tapi, bagaimanapun juga mimpi-mimpi
itulah yang membawa saya menjalani hidup meskipun tidak jarang butuh
pengorbanan. Mimpi itu membuat saya yang hari ini berusaha menjadi lebih
baik
ketimbang saya yang kemarin.

Lewat ngemengan ini saya
hanya ingin menyadarkan anda bahwa setidaksalahnya, kita hidup untuk
mengejar mimpi-mimpi kita. Hiduplah sebagai manusia yang punya mimpi.
Se-tidakmutunya mimpi anda, masih lebih bagus daripada tidak sama sekali. Jika
satu mimpi anda musnah, jangan khawatir, akan selalu ada mimpi yang lain. Belajarlah
dari kegagalan anda dan sekitar anda. Satu kalimat lagi keluar dari tulisan
saya, bisa-bisa besok saya jadi penulis buku.

Kalau anda punya impian beli
mobil, hubungi teman saya yang ini. Kalau anda punya impian beli software
Microsoft yang asli, hubungi teman saya yang ini. Dan kalau anda adalah seorang
wanita muda, cantik, baik dan kaya yang punya punya impian menikah dengan pria,
single, keren, waras dan ngeblog, hubungi saya.

Please submit your comments here.

Finding Happy Ending

Awalnya, ini hanyalah suatu pencarian tentang sebuah jawaban atas
pertanyaan relatif. Namun akhirnya, ini menjadi sebuah blog yang entah apa hubungannya
dengan pertanyaan itu tadi. “Mana yang lebih penting, proses atau hasil akhir?”

 

Mudah saja untuk menjawab dengan memihak salah satu sisi. Tetapi
setelah dipikirkan lebih jauh, tetap saja akan kembali ke awal pertanyaan. Belum
sempat terjawab dengan pasti, muncul pertanyaan baru, hasil akhir itu yang
mana?

 

Seorang teman pernah mengatakan: “Cinderella itu bukan kisah dengan
akhir indah.” Jika anda lupa Cinderella itu yang mana, jernihkan ingatan anda
di sini .
Kok bisa bukan happy ending? Bagaimanapun
akhir dari kisah itu, setidaknya ada hal indah yang pernah dialami Cinderella. Dialah
satu-satunya orang yang kakinya pas memakai sepatu kaca. Juga, dialah
satu-satunya pembantu rumah tangga yang menikah dengan pangeran hanya dengan
sekali dansa.

 

Cinderella
Seandainya Cinderella itu diangkat dari kisah nyata, sebenarnya apa terjadi?
Jika pangeran tersebut semudah itu jatuh cinta pada pandangan pertama, beberapa
tahun kemudian, di pesta dansa serupa, si pangeran ini akan menemukan Cinderella
yang lain. Mengapa Si Pangeran mencintai Cinderella? Karena dansanya? Atau fisiknya?
Kalaupun tidak, kemungkinan besar mereka akan bercerai di tahun keempat atau
kelima dengan alasan beda prinsip.

 

32m
Maid in Manhattan
, drama romantis
idaman wanita, tak jauh berbeda. Setelah menghadapi lika-liku konflik, di akhir
cerita J-Lo, si housekeeper hotel, dan si Senator menikah. Tapi, apa benar si J-Lo bakal
bahagia selamanya? Apakah si Senator tidak menyesal menikahi janda beranak satu? Ujung-ujungnya, si Senator selingkuh atau kehilangan interest dengan si housekeeper ini. Well, Money do talks…

 

Katakan cinta, sebuah reality show, menceritakan
perjuangan-perjuangan so-sweet-but-stupid untuk, sesuai judul acaranya,
mengatakan cinta. “Pejuang diterima!”. Akhir yang indahkah? Apa yang terjadi
kemudian? It wouldn’t last long. Akhir yang indahkah?

 

Lalu, apa sebenarnya akhir yang indah itu? Apakah akhir hayat merupakan
akhir yang indah? Harus meninggalkan anak, istri atau suami, keluarga, apakah sebuah
akhir yang indah? Barangkali yang namanya akhir, pasti tidaklah indah.

 

Akhirnya, tibalah pada suatu hipotesa bahwa mencari sebuah akhir yang
indah adalah sesuatu yang abstrak dan irasional. Jika memang benar, untuk apa
kita mengejar akhir yang sebenarnya tidak pernah benar-benar indah. Barangkali
untuk sementara, yang lebih penting adalah prosesnya.

 

Tidak peduli apakah Cinderella akan menikah dengan si Pangeran atau
tidak, apakah J-Lo menikah dengan si Senator atau tidak, atau si Pejuang
diterima atau ditolak, paling tidak mereka semua patut bersyukur atas apa yang
telah mereka jalani dalam kisahnya.

 

Dan yang paling penting, demikianlah yang saya rasakan sekarang. Kini,
kisah indah bak novel Nicholas Spark bertajuk Wait and see itu tiba di akhir
cerita pada bab(baca:minggu) ke 197. Karena ini adalah akhir, tentunya tidak
indah, tapi banyak hal tak ternilai untuk dikenang dan disyukuri. Berharap saja
Nicholas Spark menulis sekuelnya (ini
adalah idiom/perumpamaan).


comments are welcomed at http://www.altroz.net/blogs.asp?id=39

My 3rd Brother’s Wedding

20
Januari 2007 kemarin, bertepatan dengan hari besar entah apa namanya, merupakan
hari yang bersejarah bagi klan Bakery Initial R. Yang berbahagia, Putra ketiga
anak ketiga dari empat bersaudara (batangan semua) dan Putri pertama anak
pertama dari dua bersaudara (lubang semua).

 

Diawali
dengan “syuting film” sinetron Pesta
Pernikahan
di pagi hari. Dibintangi oleh kedua mempelai dan keluarga
kerabat sebagai figurannya. Mengkisahkan bagaimana persiapan kedua mempelai,
mulai dari make up, mengenakan jas, plus sedikit adat timur. Namun maaf tidak ada
adegan mandi ala

Hollywood

di sini.

 Edit_img_7466

Pukul
11.00 dimulailah acara pemberkatan pernikahan di

Handwood

Church

atau lebih dikenal dengan nama Gereja Kayutangan yang sudah berdiri jauh lebih
lama ketimbang Ny. Meneer (baru berdiri 1928). Acara ini dihadiri oleh puluhan undangan dan ratusan
semut tak diundang. Langit pun tak mau kalah, di tengah siang yang terik,
tiba-tiba hujan rintik-rintik menyegarkan udara saat itu. Dengan diiringi koor
yang bernyanyi semerdu kata merdu itu se
ndiri, acara pemberkatan ini berjalan
begitu sakralnya.

 

Setelah
selesai dengan acara pemberkatan, acara dilanjutkan dengan acara foto studio.
Saat itu terabadikanlah klan Bakery Initial R beserta 3 menantu dan 2 cucunya.
Jumlah ganjil yang sejak dulu sudah saya benci, untuk kali ini tidak dapat
dihindari. Dan akhirnya selesai juga acara siang itu.

 

Edit_img_8679Pukul
16.30, kedua mempelai yang menunggangi seekor Jaguar, bertolak dari Sonokeling
Castle
ke tempat resepsi Dragon & Phoenix sambil dikawal sepasang ksatria
penunggang macan Tiger dari kesatuan Polisi Militer. Inilah ketiga kalinya saya
merasakan enaknya kalau jadi Walikota. Tiap hari jalannya dikawal hingga
jalanan macet berubah jadi bebas hambatan.

 

Dimulainya
acara resepsi ini ditandai dengan bunyi peluit panjang wasit yang memimpin
pertandingan sore hari ini (Arema vs. Perseman). Tentu saja tidak. Undangan
telah berdatangan sejak pukul 17.30. Acara ini dihadiri oleh orang-orang
penting seperti Bams* dan Ratu**. Dari 750 undangan yang hadir,
kurang dari 50 orang mengenali saya sebagai adik dari pengantin pria, lainnya
tidak tahu. Dan tak kurang dari 10 orang salah mengenali saya sebagai kakak
saya yang beda umur 6 tahun. Jadi, sebenarnya saya ini siapa?

 

Acara
dimeriahkan dengan penampilan dari Narwastu Band yang cukup bagus untuk
didengar orang awam, dan beberapa penari yang cukup bagus untuk orang awam juga
(kecuali satu orang penari pria yang senyumnya kelewat menawan hingga membuat
saya ingin memukulinya dengan kursi). Disediakan pula doorprize berupa kue
taart asli buatan Bakery Initial R dengan model *maaf* payudara wanita
berukuran *maaf* 36C, beberapa handphone keluaran terbaru dan sebuah berlian
bagi undangan yang beruntung.

 

Tapi
yang paling seru adalah ketika wedding cake nya bisa jalan menghampiri pengantin.
Bukan karena ada orang di bawah meja, atau didorong 10000 semut ataupun
didorong makhluk halus. Tentu saja pakai listrik. Walaupun ada kekurangan di
sana-sini, secara umum acara berjalan lancar. Undangan puas, mempelai puas,
keluarga puas, angpaonya juga puas.

 

Kini
tinggal seorang lagi yang belum menikah. Yes, me. Beberapa orang menanyakan
kapan saya menyusul menikah. Kalau menikahi seekor kucing itu legal menurut
hukum pernikahan di Indonesia, tunggu saja undangannya minggu depan. Kalau
tidak, bersabarlah, tabunglah angpao untuk saya sedari sekarang dan berikan
saya beserta bunga banknya. Sepertinya saya juga harus cepat-cepat menikah.
Selagi mereka-mereka yang kasih angpaonya banyak belum naik surga.

Final words, Selamat menempuh hidup baru bagi kedua mempelai, doakan adikmu ini enteng jodoh dan enteng rejeki.

 Edit_img_7844

 

 *Bams
= Bambang S
**Ratu
= Ratna M

Copyright : Pictures were specially taken by Selo S