Kali ini aku bukan menulis blog di bawah rimbunnya pohon tua yang berderai-derai, bukan juga dibawah sinar bulan. Melainkan hanya terduduk sendiri di depan layar Notepad ditemani oleh dengungan bunyi AC tua di kantor yang tempaknya sudah bosan menjadi AC. Barangkali sama bosannya dengan aku menunggu jam pulang kantor. Aku baru saja mematikan satu-satunya lagu MP3 di komputer ini. Judulnya Seasons of Love. Liriknya bagus. Tapi khusus hari ini rasanya terdengar menyindir di telinga.
Five hundred twenty-five thousand six hundred minutes,
Five hundred twenty-five thousand moments so dear.
Five hundred twenty-five thousand Six hundred minutes
How do you measure, measure a year?
In daylights, in sunsets, in midnights
In cups of coffee
In inches, in miles, in laughter, in strife.
How about love?
How about love?
How about love? Measure in love
Seasons of love. Seasons of love
Love?
Cinta? Makan tuh cinta!™. If you still believe in the power of love, then bless your soul. I don’t know what love is but I know the more you love the more you suffer. Seolah-olah keduanya adalah dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan.
Mana yang lebih bahaya antara rokok dan cinta? Cinta bisa menyebabkan orang jadi stress dan merokok. Sedangkan tidak ada kaitan antara merokok menyebabkan jadi cinta. Jadi, segala penyakit merokok bisa dikarenakan cinta. Artinya, cinta lebih berbahaya sebab bahaya cinta = bahaya rokok++. Harusnya pemerintah juga mengingatkan bahwa cinta juga dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin plus sakit hati, kantong kering, dan gangguan kejiwaan.
Cinta memang bertebaran dimana-mana. Sesuai prinsip ekonomi, ada demand ada supply. Semakin banyak orang merasa membutuhkan cinta, semakin banyak pula penjaja cinta. Saking banyaknya hingga kualitas cinta sekarang ini tak ubahnya produk made in China. Dulu cinta itu ibarat berlian. Namun sekarang muncul cinta versi Sterling silver 925 atau bahkan versi Stainful(penuh noda) Steel. Kualitas hubungan yang ala kadarnya menjadikan kata-kata seperti ‘putus’, ‘break up’, ‘cerai’ diucapkan tak ubahnya eek/boker/ngebom/BAB di celana. Gampang! Hitung saja berapa jumlah artis yang gonta-ganti pacar, cerai serta nikah siri.
Hal tersebut nampaknya kontras sekali dengan yang aku alami. Post-effectnya benar-benar luar biasa. Lihat apa yang tersisa sekarang? Lucu melihatnya. Terkurung oleh tempurung yang aku ciptakan sendiri. Berharap pada kesia-siaan namun tetap berharap walaupun tahu bahwa itu sia-sia. Selalu memikirkan orang lain tanpa berpikir bahwa orang tersebut belum memikirkan yang sama dengan yang sedang aku pikirkan. Orang bodoh dari mana ini? Mencoba menemukan yang lebih baik, menemukannya namun sekali lagi tetap saja tidak berani keluar dari tempurung. Orang ini lebih bodoh lagi. Menyadari kehilangan sesuatu ketika sesuatu itu sudah hilang. Kebodohan yang nyaris sempurna. Lalu tidak lupa mengulangi kesalahan yang sama dan jatuh karena hal yang
sama. Sumpah, benar-benar tak terkalahkan bodohnya. Dan bodohnya lagi, semua itu menunjuk ke satu orang yang sama. Yes, me
Bila melihat kiri-kananku, tenyata bukan aku saja yang begini. Namun sepertinya kebanyakan dari mereka sudah bisa keluar dari tempurungnya. Selamat! Pasti menyenangkan bisa seperti itu. Tidak perlu repot-repot mengalami depresi kronis, kehilangan selera makan, kehilangan motivasi, kehilangan passion, kehilangan tujuan, dan kehilangan laptop. Walaupun demikian, ada juga yang lebih parah. Jelas-jelas sudah dikhianati pun, masih saja tidak bisa merelakan. Yang harus disadari adalah bahwa tidak ada yang lebih memikirkan kita selain diri kita sendiri, jadi mulailah untuk memikirkan diri sendiri terlebih dahulu ketimbang orang lain. Ini wajib hukumnya buat orang-orang sok baik seperti saya. Semakin anda baik, semakin anda akan diinjak orang. Dan percayalah kepada Ibu Kita Kartini, bahwa habis gelap, terbitlah terang. Permasalahannya hanya ‘Kapankah terbitnya?’
Terima kasih buat mereka-mereka yang tidakhentinya berusaha menyadarkan aku dari mimpi semu ini dan juga kepada matahari yang selalu bersinar. It’s time to go home. Sekarang sudah waktunya mengakhiri deretan kata ini dan menatap matahari. Walaupun malam, matahari tidak pernah tenggelam bukan?
Some tips before you start a new relationship:
1. Check the background. Including: dating experience, reasons of break up, belief, family background, and if possible, genetic & mental disease
2. Think about the future: Always ask yourself whether he/she is the one, imagine about both of you in 1,5,10,20 and 50 years from now.
3. Don’t ever thinking about trial and error. It will hurt both of you.
4. Never push your feeling. Soon or later someone will regret.
5. You have to be able to answer this question clearly : ‘If your Ex beg in front of you and ask you to back, what will you answer?’ You have clearly answer ‘NO!’ or in YM style ‘Thanks, but No, Thanks’.
6. Kalau anda merasa hebat, tidak perlu pacaran langsung lamaran saja. Buat apa pacaran? Kayak anak kecil saja. Cara ini tidak cocok buat mereka yang hobby wisata kuliner makan cinta.
Seasons of Love : http://www.youtube.com/watch?v=hj7LRuusFqo