Daily Life Archive

Dinner at 3 pm.

Seorang teman dari desa Tasik, rencananya akan berkunjung ke Jakarta hari Minggu ini. Melalui email, si bos Tasik ini menyebar undangan…

gw besok ini tanggal 13-14-15 ada di jakarta ^^. Gw ada gathering di T**** group…
ketemuan yuk! kalo pada bisa gw uda dapet jadwal nya n minggu gw kosong tinggal cari tempat buat kongkow kongkow :D gw ma nga ada acara semalam suntuk… besok pagi na uda kudu jalan lage. Ada ide mao di mana ?

Semua yang diundang langsung bereaksi dan angkat bicara:

A: Alah, elo gathering ato valentinan.. Ngaku aja lo..lagian gathering apaan lagi..he2

B: Berhubung si bos mao valentinan ke jakarta, jadi minggunya gw pasti set jadwal deh buat lo, khusus!

C: wah turun gunung juga akhirnya ;)  bagusLah… masa kamu valentine an di tasik.. ga seru banget .. bisa2 cuma wisata liat pohon dan dedaunan……..

Reaksi positif datang dari para undangannya, walaupun sebagian dari mereka meragukan alasan sebenarnya kedatangan si bos ini. Anyway, percakapan berikutnya adalah seputar meeting pointnya.

C: ke p*** cafe aja yang di theresia.. kan disana isa kongko mpe malam… ato kaLo ga di daerah kemang sana juga banyak tempat nongkrong + makan enak :)

D: lho.. lo ga tau kalo di p*** cafe itu kalo malem ada penari diatas meja yang XXX gitu..? kalo ga percaya tanya aja si A yang sudah pernah lihat dan juga ikut menari bersama…. wakakakaka

E: Anywhere with sexy dancers/strippers is a good idea. Approved.

B: Any suggestion for waktu dan tempat?

Danny: @ TA, Jam 3 sore.

Bos: Nice place. Gampang buat semua. Insyaallah saya datang.

C : btw btw.. kenapa ketemu nya jam 3 ya? apa ga jam tanggung? makan siang ga.. makan malam juga ga… kenapa ga sekaLian jam 12 siang ato jam 7 malam? jadi sekaLian lunch ato dinner gt ;)
Danny: Karena.. pasti ngaret! jam 3 pasti molor 2 jam…
Bagian berikutnya ini yang paling menarik. Analisa alasan dibalik jam 3 sore oleh si B:

Begini lho C, Jam tiga itu, simulasi kejadian yang *mungkin* terjadi seperti ini :
B -> Baru mencet tombol lift turun menuju basement ( pengakuan )
Danny -> Setelah B sampai ke K**** dan buka pintu kamar kosnya, Danny sedang duduk santai di depan kompie sambil nyengir tersenyum menyambut. Ada kemungkinan sebesar 30% dia bakal bilang “Tunggu bentar yah, ganti baju dulu”
A -> Menghilang entah kemana, ada dikamar juga ga berani di ketok takut dalemnya ternyata bukan dia.
D -> kalo chandra ikut, dia pasti lagi depan komputer ngecek fesbuk, email, kalo ga baca komik.
F -> kemungkinan besar kejebak macet, atau sejenisnya
G -> ….  entah kenapa, image dia di pikiran gw ini telat, bagaimanapun cara dan situasinya.
H -> biasanya last minute cancel, akhir2 ini berubah sih… Cuma pasti telat juga, karena akan berangkat ketika memastikan udah ada orang di tempat ketemuan dan yang ikut rame.. jadinya ga enak kalo ga ikut :p
I -> Biasanya ini calon orang yang ga telat, tapi pulangnya paling duluan. Early come early go.
J -> Terlepas timingnya telat atau tidak, biasanya dia udah nangkring di K****sebelum gw sampe kalo acara brangkat rame2.. jadi gw asumsiin dia ga telat deh..
K -> Kurang data tentang habit telat orang ini.
L -> Tergantung siapa pihak ketiganya..

Berdasarkan analisa diatas, jam 3 itu sebenarnya schedule ketemuan yang paling cocok untuk acara dinner.

Selamat, Bapak B. Anda layak dapat Honour of Analytical Simulation Skill. Beginilah kalau para ‘Rubbers’ berkumpul..

Adieu

Membaca Catatan Perpisahan Dee membuat aku mampu melihat perpisahan dari sudut pandang yang berbeda.

Perpisahan itu hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin.

Perpisahan itu hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Read the rest of this entry »

The Donkey’s Proverb

DonkeygroundholeSewaktoe djaman tempoe doeloe, di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia murid eSDe, ada perumpamaan yang bunyinya kira-kira seperti ini: "Keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali." Jika anda lupa, silahkan diingat-ingat kembali waktu itu anda pakai seragam putih merah dan anda masih lucu, imut dan menggemaskan.

Namun rupanya perumpamaan itu tidak berlaku pada keledai yang satu ini. Sebut saja D. D = Donkey? atau D = Danny? Ah, kebetulan saja huruf depannya sama. D, si keledai, gara-gara menoleh ke keledai betina, ia jatuh ke sebuah lubang. Seekor monyet berinisal M, M = Monkey? M = ….? melihat si D jatuh ke dalam lubang. Ia menertawakan si D, lalu menghiburnya. "Tidak apa-apa, asal jangan jatuh ke lubang yang sama dua kali! Jika tidak, kau akan memalukan tradisi perkeledaian!", kata si M.

Gara-gara jatuh ke lubang itu rupanya membuat D menjadi trauma dan ekstra hati-hati. Lalu D memutuskan untuk berhenti berjalan lagi dan menutup matanya saja biar tidak melihat keledai betina lagi.

Setelah beberapa saat, si D merasa ada yang tidak beres, lalu dia membuka matanya. Apa yang terjadi? D sedang berada di dalam lubang yang sama bersama si keledai betina tadi.

Kebetulan, si M lewat lagi. Ia melihat si D terjatuh di lubang yang sama bersama si keledai betina. Si M terkejut dan sambil mengangguk-angguk dia berkata, "Hmmm.. Jodoh memang di tangan Tuhan ya D…."

The Cure

Geez.. In one time I got several sickness. From headache, cough, cold and also sore throat. Perfect. Since I don’t like drugs, tonight I find a perfect cure. It’s called.. Sunrise Cabernet Sauvignon. Yeah… google it and call me crazy… i guess so…

T.I.M.E (Time Is My Enemy)

Kringg!
Jam weker D berteriak sekencang-kencangnya setiap jam 6.40 WID(Waktu Indonesia menurut Danny; 10 menit lebih cepat daripada WIB). Seperti biasa, sebuah gerakan sempurna ke arah jam weker itu cukup untuk membuatnya pingsan. Yang artinya, waktunya tidur lagi. 10 menit kemudian, sebuah lagu konyol ala Spongebob Squarepants yang makin lama makin kencang terdengar dari HP. Tidak lebih dari 4 detik, ruangan kembali sunyi senyap. Yang terakhir, sebuah panggilan di HP yang selalu D reject akhirnya datang. Bingung? Tahukah anda bahwa Indosat menyediakan layanan morning call? Anyway, setelah 3 hal di atas barulah D bisa bangun. Jam 6.55, mau tidak mau, waktunya mandi pagi. Selanjutnya tidak perlu menjelaskan bagaimana proses mandinya. Yang jelas, paling telat 6.30, D udah cabut dari kosnya.

Karena satu dan lain hal, D tiba di kantor selalu rada telat. Rata-rata jam 8.10, padahal seharusnya jam 8. Tapi untungnya, sedikit flaw di sistem absensi kantor ini, D selalu dikatakan tepat waktu :D. Telat pun, masih sempat buat sarapan! Efektif kerja baru jam 8.30. Masih terdengar enak? Lanjut…

Seperti biasa, duduk di depan layar laptop, menunggu 4 menit untuk start-up Windows, dilanjutkan 1 menit untuk load Thunderbird, 1 menit lagi untuk Yahoo Messenger ,1 menit lagi untuk ini, dan 1 menit lagi untuk itu. Dan akhirnya pukul 9, D baru siap dengan pekerjaan yang sesungguhnya. Oops.. salah buka program! Ya… 1 menit lagi deh.. :( pipis dulu ah…

Kringg!
Kali ini yang bunyi bukan jam weker yang bunyi. D tidak sebodoh itu untuk bawa jam weker ke kantor apapun alasan. "Pak D, ada telpon dari PT X.". Well, it’s showtime.. >>FF>> "Ok deh, Pak. Nanti saya email ke Bapak secepatnya.". Klik. One step further from freedom, yang artinya tugas D bertambah satu lagi. Selamat! *senyum sinis*

Sambil menunggu D mengerjakan tugasnya, ada baiknya kita keliling dulu di kantor D. Kantor D adalah sebuah Ruko 5 lantai di kawasan Roxy. Tidak ada papan nama di depan kantor. Yang ada cuma pintu kaca Ray-Ban saja. Hold on, perlu diluruskan terlebih dulu bahwa D bukan jualan HP! Malahan D sudah diblack list sama penjual-penjual HP di ITC Roxy gara-gara tiap hari lewat situ dan selalu diam seribu bahasa kalau ada yang nanya : "cari apa koh? baru apa second? nanya aja dulu koh..". Meja kerja D berada di Lantai 2 extension 210, IP 192.168.0.232. Lantai 2 ini dipenuhi dengan manajer. Baik para manajer beneran maupun para manajer bagi diri sendiri, seperti D.

Kembali ke D dan tugasnya. Seharian D bergumul dengan musuh dalam selimutnya, Seandainya ada lomba ketahanan pegang mouse : ‘Touch the Mouse‘, barangkali ada kesempatan buat D untuk menang. Dan kalau seandainya si mouse itu bisa ngomong, dia pasti bilang : "leave me alone… don’t touch me anymore.." Jam menunjukkan pukul 5 sore. Time to go home.. You wish! Sayangnya, hari ini banyak yang harus dikerjakan. Dan D pun melanjutkan pekerjaannya walaupun dengan lebih santai dan kaki sudah naik ke kursi.

Time is still ticking, and finally, it’s time to go back into my small-yet-cozy hideaway. Celakanya.. cuaca hujan di luar sana benar-benar berhasil membuat D nyengir. Di atas kuda besi tunggangannya, D berkata dalam hati dengan style ‘Like-Cinta-Laura-Always-Said: ‘Udah hujan.. Becek..Tambah jadi ojek…". Sementara si-rese-dari-gang-buncis di belakang D berkata "Udah hujan.. Becek.. Untung ada ojek.."

Mendekati akhir cerita, D akhirnya sampai di kos jam 9 malam dalam keadaan ‘lepe-lepe’. Mutlak satu hari ini, waktu yang ada termakan habis oleh pekerjaan. Kapan punya waktu buat main band lagi? Kapan ada waktu buat kursus ini itu? Kapan ada waktu buat have fun go mad? Kapan sosial timenya? Kapan ketemu jodohnya? Kapan nikahnya? Kapan punya anaknya? Argh.. My kids.. hold on, baby…

Herannya, setelah pulang kantor, D malah tidak merasa capek. Padahal bantal & guling di atas kasur itu sudah merengek-rengek minta diajak tidur bareng. Tapi mata D malah terbuka lebar dan tidak bisa tidur. Secepat-cepatnya jam 12 baru bisa tidur. Untungya masih ada satu kabar baik. Kabar baiknya, besok jam 8 waktunya masuk kantor lagi… Ya ampun. Kabar yang terbaik pun ternyata cukup buruk juga. Sepertinya otak saya sudah rusak. Somebody save me….please….

Note:
>>FF>> : Fast Forward, ceritanya dipercepat….

W.A.I.T (What Am I Thinking)

Ok, It’s 12 AM now and I should be sleeping on my bed and hugging my pillow. However, because I love my readers and I don’t want to disappoint all of you. It’s time to write something stupid again on this goblog.

Back to our Primary School time, can you remember how much is the population of Indonesia according to our teachers and also the books? more than 200 millions! Also, our the King of junk-that-uneducated-people-love-Dangdut, Hj. Rhoma Irama included this number to one of his crap (baca:song) lyric.

Do you really think that this country has 200 millions in population? I don’t know about you, but I don’t think it is. Why? Ask your parent or your colleagues how many KTP they have per person? I bet half of them will say that they have more than one ID.

In calculation. Let say, one person could have 2 IDs and half of Indonesian population owned more than one ID. The population number based on this raw calculation is 100 millions. Don’t forget, it is possible one person has 4 IDs! So the number will decrease a little bit.

On the other hand, do you think that every citizen own an ID? No, they don’t! Those who live under the bridge, slump area or inside the forest do not have an ID.

Then, as conclusion, if you ask me the number of Indonesian population, I would answer: ‘I don’t know and I don’t care…’  or ‘As much as water in the sea or stars in the sky or stupidity in your useless question.’

Have a good night, fellas…..

PS: Support this blog by giving some comments, no need to donate or money-related-stuff :p Just speak your thoughts!

R.A.I.N: Remembering An Irreplaceable Night (2)

Sebelum anda membaca ini, pastikan anda sudah membaca R.A.I.N Part 1.

14 Februari 2003,
Kemarin E sudah memberikan invitation card itu ke dia. Sepertinya dia tidak menduga acara ini hanya untuknya. That’s good. Aku begitu tidak sabar menunggu bel akhir sekolah padahal bel masuk pelajaran pertama baru saja berbunyi. Tiba-tiba seorang teman memberikan sekotak kado. ‘Titipan dari seseorang’, katanya. Could be her? Ternyata bukan dia, tetapi anonymous. Walaupun hanya 6 jam pelajaran, hari ini terasa lama sekali. Akhirnya jam pulang itu datang juga. Sesuai rencana, E akan datang ke rumahku jam 4 dan mengantar aku ke rumah S (poor me.. I didn’t have a car) sambil membawa beberapa barang dari rumahku. Sesampai di rumah S, S sudah bersiap-siap pergi ke Surabaya, dan tinggallah aku di sana. Waktunya bersih-bersih. Perlu waktu sekitar 2 jam untuk menyiapkan segalanya, mulai dari menyapu, menata lilin, dan mandi. Now it’s perfect.

Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Saat ini E, K dan dia sudah di perjalanan ke rumah S. Dia ditutup matanya sehingga tidak tahu akan dibawa kemana. Tidak lama kemudian, E mengirim SMS tanda dia sudah dekat. It’s show time, wish me luck.

Lampu sudah dipadamkan dan kini ruangan itu hanya diterangi remang-remang lilin-lilin kecil saja. Di balik pintu itu, dia masih tertutup matanya dan aku berdiri menunggunya masuk sambil membawa bunga spesial itu. Dag, dig, dug rasanya tidak karuan. E dan K mengantar dia ke ruangan itu dan membuka tutup matanya. Setelah itu mereka langsung kabur meninggalkan aku dan dia. Berdua.

Lagu ‘First Love - Utada Hikaru‘ memasuki intronya. Dan dia berusaha menyesuaikan matanya yang cukup lama merasakan gelap, kini harus melihat cahaya lilin. Dia bingung dengan apa yang dia lihat. Namun reaksinya tidak yang terlalu ‘wah’. Cukup mengherankan memang. Setelah dia melewati jalan setapak itu, aku menyerahkan bucket bunga itu dan menyuruhnya duduk.

Tenderloin special* (* = rasa tidak ditanggung) kubawa dari dapur ke meja makan, dan aku membuka botol Sparkling Grape yang sudah tersedia di meja. Sambil menikmati "steak" itu, aku dan dia membahas tentang ini semua. Dan dia cuma terheran-heran saja. Dia tahu dimana dia berada, karena S adalah teman baiknya dan dia pernah ke rumah ini sebelumnya.

Puncaknya adalah ketika makan malam selesai dan dia beranjak dari kursinya dan saat itu lagu ‘When A Man Loves A Woman‘ mengalun. Apakah ini sudah diatur? Jawabnya, sudah! :D I hold her from her back, and I say ‘ would you be {censored}…’
It’s a perfect moment. So… perfect.

I will let you decide the ending of this story by yourself. Still, let me remembering this irreplaceable night in the middle of the rain…

A memorable good from that night:

Pict194_1
Tutup botol Sparkling Grape itu masih  tersimpan dengan baik hingga sekarang dan akan selalu menjadi saksi bisu kejadian malam itu.

Thousand thank you to my friends who helped me beneath my wings. That night would never be existed without your supports, guys. Happy Valentine Day!

PS: Do you still remember that irreplaceable night.., Me?

R.A.I.N: Remembering An Irreplaceable Night (1)

Belakangan ini, hujan selalu menghiasi langit. Rasanya ada yang kurang seandainya satu hari saja jalanan tidak dibasahi air hujan. Dan seperti biasanya, aku mengamati hujan dari antara tirai jendela di kantor. Dari sinilah seringkali pikiran ini sempat-sempatnya melayang kemana-mana.

Beberapa jam lagi hari akan berganti menjadi 14 Februari. Orang menganggap hari itu adalah hari yang special, hari cinta kasih katanya. Yang sebenarnya adalah konspirasi besar-besaran dari penjual bunga, penjual coklat dan penjual kartu ucapan (belakangan, semua pihak ikut serta dalam konspirasi ini). Tapi ya sudahlah, dinikmati saja. Apalagi kalau ada yang bisa diajak merayakan bersama.

Hujan masih saja turun. Artinya, pikiran ini semakin punya banyak waktu untuk melayang-melayang. Dan aku pun melayang ke hari itu, remembering an irreplaceable night.

[ambil dulu camilan dan secangkir kopi untuk menemani anda melanjutkan membaca dongeng ini]

Kembali ke tahun 2003. Masa terindah dalam hidup, high school life. Aku buta. Tidak secara fisik, bukan juga secara mental. Pendek kata, in love. Sekitar seminggu sebelum V-Day, selagi hang out dengan teman-teman, muncul keinginan untuk merayakan V-Day yang spesial dan tidak terlupakan, A candle light dinner! Sweet? Not yet, makan malam di resto adalah hal biasa, lebih luar biasa kalau di tempat yang spesial juga.

Lokasi adalah hal yang paling krusial dari ‘project’ ini. Untungnya, S, teman sekelasku yang tinggal sendirian di Malang, kebetulan ada acara ke Surabaya. Sungguh baiknya dia, rumahnya boleh aku pinjam untuk beberapa jam. Itu lebih dari cukup. Berikutnya adalah waktunya untuk memikirkan hal-hal yang lebih detail. Misalnya: dekorasi, makanan, run-down. Dan lama-lama ini terdengar seperti acara orang mau married. Bedanya, kali ini tidak ada tamu. :)

Setelah mensurvei rumah S ini, muncul gambaran bakal seperti apa acara ini:
Map

Disupport oleh beberapa orang teman yang rela mengorbankan waktu dan property mereka, persiapan acara ini berlanjut ke step berikutnya.

Alat dan Bahan:
- 3 dozens Mini Candle (buat jalan setapak ke meja makan)
- Accessories Glow in the dark (ditempel di jendela)
- Exclusive Flower Bucket (buat dikasih)
- 2 CD’s contains of selected songs (buat menghidupkan suasana :) )
- 2 table candles (Ungu dan Pink; our favorite color)
- 1 Candle Holder (property of E)
- 1 bottle of Sparkling Grape (pengganti Wine; anak SMA ga mampu beli Wine)
- 2 Wine Glasses (paling tidak, gelasnya pakai gelas Wine; ambil dari rumah)
- 2 Tenderloin meats (kebetulan nyokap ada buat daging dibumbui)
- Ratna’s Special BBQ Sauce (sama seperti di atas)
- 2 Hotplates and Dinner Sets
- 1 Special designed Invitation card (ceritanya, dia dikasih undangan buat hari H nya)
- 1 black fabric (kain buat nutupin mata dia)

Setelah mengumpulkan alat dan bahan, berikutnya adalah tahap persiapan pada hari H. 14 Februari 2003 jatuh pada hari Kamis, yang artinya aku masih harus sekolah dulu paginya dan persiapan baru biasa dilakukan setelah pukul 2.

[btw, sepertinya sudah mulai kepanjangan, jadi disambung lagi di part 2. silahkan bungkus kembali camilan anda dan cuci gelas kopi anda atau kembali ke kerjaan anda yang terpending gara-gara baca blog ini.]

Kaleidoscope 2007

Tahun 2007 ini benar-benar terasa spesial buat gw. Lot things happened, either better or worse.

Januari 2007

Mulai dari januari, bulan paling
nggapleki. 1st jan, gw break up sama seseorang yang menurut
gw ’sempurna’. Setelah hampir 4 tahun, akhirnya cerita itu tamat sampai hari
itu. Reason? My ego. 2 hari kemudian, I lost my precious notebook di kampus.
Laptop itu hasil nabung dari uang bulanan dan isinya data skripsi. Reason? My
reckless.


Februari 2007

Gara-gara banjir, sidang skripsi
gw ditunda jadi bulan Februari Dengan sisa-sisa semangat yang ada, gw tetap
berharap yang terbaik. My team had given our best. Tapi, pengujinya berpendapat
lain dan nilainya tidak memuaskan. Reason? My unlucky. Sudah waktunya untuk
berpikir tentang langkah berikutnya. Beberapa temen ngajak S2 di Aussie. Tanpa
mikir, gw iyain aja. I asked God to send His angel upon me.


Maret 2007

Sebulan penuh ini, gw kursus IELTS  berempat dengan teman-teman gw yang konon mau
ke Aussie.  Di tempat kursus ini gw ketemu beberapa teman baru. They shared
their ‘australian dream’. Di bulan ini pula, gw dapat info tentang kantor
tempat gw kerja sekarang. Sejujurnya gw nggak berharap diinterview. Tapi belum
lepas dari syndrom ‘tanpa pikir panjang’, sekali lagi gw iyain aja. Di bulan
ini pula Tuhan mengirimkan seorang malaikat penghibur.

April
07

Awal bulan, gw sempat balik
kampung. Kesempatan ini gw gunakan buat have fun dengan teman2 di Malang.
Totally fun! Setelah balik Jakarta,
langsung tes IELTS! I got score 7. And, 16.4.07, my first day of work. So
bored.. Cuma disuruh baca-baca.. Tanggal 25 dapat gaji! My first salary..


May 2007

3 minggu setelah kerja, ikut ke klien untuk pertama kalinya. Quite interesting.
Memasuki hari hari pulang malam dan kehilangan sebagian kehidupan.


June 2007

My birthday! Ga disangka, tradisi
Karmelworks itu masih berlaku. Alhasil, kaki luka, dapet kue taart n belajar
meloloskan diri ala Houdini. Birthday party @ hanamasa, dihadiri temen-temen
seperjuangan dan special guest, an angel called Matahari.


Juli 2007

7.7.07, my graduation day.
Akhirnya resmi juga gelar S.Kom itu. Kebahagiaan sempat berkurang karena hanya
nyokap aja yang mau datang. Bisa sih kalau mau maksa, tapi bisa bisa malah
tambah ruwet.
Ada rasa sedih juga setelah lulus harus jalan sendiri-sendiri. Mengingat selama ini
selalu gotong royong dengan yang lain. Grup gila bubar tanpa penutup. Banyak
dari teman seangkatan yang lost contact setelah hari itu. Truth hurts.

August
07

Hari merdeka! Ketemu dengan
teman2 HIMTI. Sebagian sama sebagian berubah. First time pergi berdua dengan
matahari. Yeah.. Panas dong.. Sementara itu, ada project baru yang konon
menyita banyak waktu. I really felt like a stupid in this project and I guessed
that I was. Ada acara ke Dufan bersama Prosia. Quite fun,
walaupun si bos harus pulang duluan setelah baru naik satu wahana. Dan
sayangnya, acara ini diadakan setelah ada 2 orang yang mengajukan resign.

September
07

Memasuki awal tahun ajaran baru
di Binus. Anyway, who cares.. Ikut acara HILET, jadi semacam rendezvous
kecil-kecilan. Entah kenapa, gw merasa senang kalau bertemu sama mereka-mereka
ini. Sementara di kantor, 2 orang resign. Cukup merasa kehilangan karena
keduanya merupakan orang-orang yang membuat suasana kantor jadi fun. Di sisi
lain, matahari tetap bersinar dan mulai sering nongkrong di Pondok Indah setiap
weekend. Sabtu pagi jadi hari visit campus day and lunch di kampus. I’m happy.

Oktober 2007

Bulan penuh fun. Bulan penuh
pengeluaran. Bulan penuh pertimbangan. Hampir tiap minggu nonton bioskop. Dan
setelah mikir-mikir panjang, survey internet, dan lain-lain, beli HP baru! Pertengahan
Oktober, masa paling indah di tahun 2007. I am so so so happy.

November 2007

Bulan Anti-klimaks. Bulan yang
berkebalikan dari bulan sebelumnya dan juga masa paling suram kedua (setelah
Januari) di tahun 2007. Penuh dengan ketidakpercayaan, kekecewaan, dan merasa
dipermainkan. Dari sini gw belajar bahwa manusia tidak pantas untuk mencintai
malaikat. Look at the bright side. Di bulan ini gw lulus ujian ilmu ikhlas
level 4. Dengan pikiran yang kacau, selama seminggu harus kasih training dalam
bahasa Inggris. It sucks! Btw, temen-temen kantor sepakat buat ke Bali bulan Januari 2008.

December 2007

Diawali dengan surprise yang
mengejutkan dan masih berhubungan dengan bulan sebelumnya sampai-sampai
kehilangan kata-kata sama sekali. Celakanya lagi, awal bulan ini ada training
lagi. 2 minggu full bahasa Inggris. Di kantor ada acara outbound ke Cilember.
Quite fun juga. Di acara ini jadi keliatan watak masing-masing orang dan juga planning
perusahaan tahun depan. Pulang-pulang jadi gosong dan badan sakit semua. Yang
paling asyik di bulan ini adalah pulang ke Malang, Seminggu wajib militer di bakery
Initial R dan ketemu dengan temen-temen SMA. Mereka-mereka yang aku kenal sedikitnya
sejak 7 tahun yang lalu, bahkan ada yang sejak aku masih di bangku TK. They
know the real Danny. Which Danny that you know?

 
Tahun 2007 sudah berakhir, semoga
tahun 2008 lebih baik dari tahun 2007. Apa ya Resolusi 2008. Nanti deh..
ngantuk…

Ideas Part 2 : A Song For Two

Ide ini dimulai ketika beberapa menit sebelum R beserta M dan T jemput gw di kos pas hari besar tanggal 17 Nov 2007 kemarin. Gimana nggak besar, 2 rekan kantor married di hari yang sama. Jam setengah 7 gw harus sudah siap ‘diciduk’ R.

Dan di waktu menunggu ‘diciduk’ itulah, tiba-tiba muncul inspirasi. A wedding song! Mengalir begitu saja, tiba-tiba nada dan liriknya sudah tersusun. Langsung saja, gw catat chord, melody dan liriknya. Di mobil, ide itu masih terngiang-ngiang sambil gw mengingat-ingat nadanya. Jangan sampai nanti kelupaan.

Seminggu kemudian, gw kepikiran seperti ini. Tidak adil kalau lagu tentang berdua cuma dinyanyikan salah satu pihak. Kenapa tidak dua-duanya harus ambil bagian? Akhirnya ide itu berkembang menjadi ‘A song for two’. Yup! Lagu duet. 1 cowok dan 1 cewek. Sounds perfect…!

Gara-gara sibuk, liriknya untuk part cowok belum selesai. Tapi untuk part ceweknya sudah. Semoga aja ide ini ga menguap begitu aja. Dan semoga suatu hari nanti ada nyanyiin lagu ini. Insyaallah… :)

Temporary title : Will you marry me / A song for two.