Hati-hati, blog kali ini berisi kata-kata yang kasar dan tidak enak didengar.
Sekitar 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi
Himpunan Mahasiswa Islam Sumatra Utara, Rabu (2/4), berunjuk rasa di
depan Kantor Konsulat Belanda di Jalan Wolter Monginsidi, Medan.
Demonstrasi ini dilakukan untuk memprotes film Fitna yang beredar. Film
yang mendiskreditkan umat Islam itu dibuat oleh anggota perlemen
Belanda, Geert Wilderd.Karena tidak juga mendapatkan tanggapan, mahasiswa bertindak
anarkis. Mereka merusak pintu pagar, dan melempari gedung dengan batu
dan telur busuk. Mereka juga menurunkan bendera Belanda yang terpasang
di depan Gedung Konsulat. Kemudian bendera tersebut dibakar. Di tiang
kemudian dinaikkan bendera Merah Putih.Mahasiswa mengatakan, mereka melakukan ini menyusul beredarnyua film
Fitna. Mereka menilai, tindakan Wilderd memicu permusahan, sehingga ia
harus diadili. Mereka meminta Pemerintah Indonesia segera memutuskan
hubungan diplomatik dengan Belanda. Mereka juga mengajak umat Islam di
dunia untuk memboikot produk Belanda.(DOR)
Membaca berita di atas, komentar saya cuman satu kata. BODOH!!!
Mahasiswa-mahasiswa itu (yang entah sebelah mananya yang layak Mahasiswa) itu rupanya kurang membaca berita. Maklumlah, secara layar TV di Indonesia hanya berisi sinetron, sinetron dan sinetron. Hanya kadang-kadang ada berita ga aktual, ga tajam, dan ga terpercaya numpang lewat. Ih.. goblok kok dipelihara. Amit amit.
Memutuskan hubungan diplomatik? Apa mereka mengerti memutuskan dan membangun hubungan diplomatik tidak seperti jadian atau putus dengan pacar? Mau memboikot produk Belanda? Are u kidding me? Ok, coba jawab, produk Belanda apa yang anda gunakan? Lampu neon Philips? Copot aja tuh lampu rumah. Dasar.. kemlinthi.
Pemerintah Belanda sama sekali tidak mendukung adanya film Fitna. Rakyat Belanda sendiri juga marah terhadap ulah Geert Wilder ini. Kita semua berada di perahu yang sama, bung! What are you f*ckin doing? Merasa keren karena masuk TV dan ditangkap polisi karena melakukan tindak kriminal? Tidak punya rumah untuk dilempari batu sendiri? Berdalih membela Allah? Allah itu Maha Kuasa, tidak perlu dibela tetap Maha Kuasa. Jangan jadi debu yang sok tahu.
Jika anda mahasiswa dan berniat mau berdemo ria atas nama apa dan siapapun, please, at least,do it right and with style. Lakukan demo yang mengundang simpatik bukannya antipati. Uups.. Saya lupa kalau anda belum tentu mengerti arti kata simpatik dan antipati. Lupakan deh.
Ngapain juga ya nulis ginian.. Kerjaan banyak malah ngemeng ga jelas gini. Nasib depresi kaum urban….














namanya jgua orang indonesia
selalu nyari2 kesalahan orang
trus paling pinter klo suruh anarkis