Sewaktoe djaman tempoe doeloe, di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia murid eSDe, ada perumpamaan yang bunyinya kira-kira seperti ini: "Keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali." Jika anda lupa, silahkan diingat-ingat kembali waktu itu anda pakai seragam putih merah dan anda masih lucu, imut dan menggemaskan.
Namun rupanya perumpamaan itu tidak berlaku pada keledai yang satu ini. Sebut saja D. D = Donkey? atau D = Danny? Ah, kebetulan saja huruf depannya sama. D, si keledai, gara-gara menoleh ke keledai betina, ia jatuh ke sebuah lubang. Seekor monyet berinisal M, M = Monkey? M = ….? melihat si D jatuh ke dalam lubang. Ia menertawakan si D, lalu menghiburnya. "Tidak apa-apa, asal jangan jatuh ke lubang yang sama dua kali! Jika tidak, kau akan memalukan tradisi perkeledaian!", kata si M.
Gara-gara jatuh ke lubang itu rupanya membuat D menjadi trauma dan ekstra hati-hati. Lalu D memutuskan untuk berhenti berjalan lagi dan menutup matanya saja biar tidak melihat keledai betina lagi.
Setelah beberapa saat, si D merasa ada yang tidak beres, lalu dia membuka matanya. Apa yang terjadi? D sedang berada di dalam lubang yang sama bersama si keledai betina tadi.
Kebetulan, si M lewat lagi. Ia melihat si D terjatuh di lubang yang sama bersama si keledai betina. Si M terkejut dan sambil mengangguk-angguk dia berkata, "Hmmm.. Jodoh memang di tangan Tuhan ya D…."














mm..”Keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali”. Bravo..u’re more than donkey :p hehehe, jk
Jodoh ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan Tuhan.
~Atheism
Winning since 33 A.D~
*tidak untuk ditanggapi secara serius :P*