Belakangan ini, hujan selalu menghiasi langit. Rasanya ada yang kurang seandainya satu hari saja jalanan tidak dibasahi air hujan. Dan seperti biasanya, aku mengamati hujan dari antara tirai jendela di kantor. Dari sinilah seringkali pikiran ini sempat-sempatnya melayang kemana-mana.
Beberapa jam lagi hari akan berganti menjadi 14 Februari. Orang menganggap hari itu adalah hari yang special, hari cinta kasih katanya. Yang sebenarnya adalah konspirasi besar-besaran dari penjual bunga, penjual coklat dan penjual kartu ucapan (belakangan, semua pihak ikut serta dalam konspirasi ini). Tapi ya sudahlah, dinikmati saja. Apalagi kalau ada yang bisa diajak merayakan bersama.
Hujan masih saja turun. Artinya, pikiran ini semakin punya banyak waktu untuk melayang-melayang. Dan aku pun melayang ke hari itu, remembering an irreplaceable night.
[ambil dulu camilan dan secangkir kopi untuk menemani anda melanjutkan membaca dongeng ini]
Kembali ke tahun 2003. Masa terindah dalam hidup, high school life. Aku buta. Tidak secara fisik, bukan juga secara mental. Pendek kata, in love. Sekitar seminggu sebelum V-Day, selagi hang out dengan teman-teman, muncul keinginan untuk merayakan V-Day yang spesial dan tidak terlupakan, A candle light dinner! Sweet? Not yet, makan malam di resto adalah hal biasa, lebih luar biasa kalau di tempat yang spesial juga.
Lokasi adalah hal yang paling krusial dari ‘project’ ini. Untungnya, S, teman sekelasku yang tinggal sendirian di Malang, kebetulan ada acara ke Surabaya. Sungguh baiknya dia, rumahnya boleh aku pinjam untuk beberapa jam. Itu lebih dari cukup. Berikutnya adalah waktunya untuk memikirkan hal-hal yang lebih detail. Misalnya: dekorasi, makanan, run-down. Dan lama-lama ini terdengar seperti acara orang mau married. Bedanya, kali ini tidak ada tamu.
Setelah mensurvei rumah S ini, muncul gambaran bakal seperti apa acara ini:
Disupport oleh beberapa orang teman yang rela mengorbankan waktu dan property mereka, persiapan acara ini berlanjut ke step berikutnya.
Alat dan Bahan:
- 3 dozens Mini Candle (buat jalan setapak ke meja makan)
- Accessories Glow in the dark (ditempel di jendela)
- Exclusive Flower Bucket (buat dikasih)
- 2 CD’s contains of selected songs (buat menghidupkan suasana
)
- 2 table candles (Ungu dan Pink; our favorite color)
- 1 Candle Holder (property of E)
- 1 bottle of Sparkling Grape (pengganti Wine; anak SMA ga mampu beli Wine)
- 2 Wine Glasses (paling tidak, gelasnya pakai gelas Wine; ambil dari rumah)
- 2 Tenderloin meats (kebetulan nyokap ada buat daging dibumbui)
- Ratna’s Special BBQ Sauce (sama seperti di atas)
- 2 Hotplates and Dinner Sets
- 1 Special designed Invitation card (ceritanya, dia dikasih undangan buat hari H nya)
- 1 black fabric (kain buat nutupin mata dia)
Setelah mengumpulkan alat dan bahan, berikutnya adalah tahap persiapan pada hari H. 14 Februari 2003 jatuh pada hari Kamis, yang artinya aku masih harus sekolah dulu paginya dan persiapan baru biasa dilakukan setelah pukul 2.
[btw, sepertinya sudah mulai kepanjangan, jadi disambung lagi di part 2. silahkan bungkus kembali camilan anda dan cuci gelas kopi anda atau kembali ke kerjaan anda yang terpending gara-gara baca blog ini.]













