Adieu

Membaca Catatan Perpisahan Dee membuat aku mampu melihat perpisahan dari sudut pandang yang berbeda.

Perpisahan itu hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin.

Perpisahan itu hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Perpisahan itu dikarenakan oleh 1001 alasan yang kita cari-cari sendiri sebagai pembenaran. Yang sebenarnya karena memang sudah waktunya. Itu adalah penyebab yang paling mendasar selalu sederhana dan alami

Perpisahan itu akan menjemput secara alamiah jika memang sudah waktunya, bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam, tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa.

Perpisahaan itu membutuhkan waktu untuk belajar berpisah, untuk saling melepaskan, saling memaafkan dan saling menyadari bahwa inilah kenyataannya.

Perpisahan itu adalah perubahan. Karena di dunia ini segalanya berubah. Kebahagiaan pun juga berubah. Tak luput juga dengan perjumpaan..

Perpisahan itu sama hukumnya dengan takdir yang kita gunakan untuk menjelaskan apa yang tak terjelaskan. Meski sepertinya keputusan berpisah ada “di tangan kita”, tapi ada sesuatu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan,
hanya bisa dirasakan.

Perpisahan itu baik adanya atau setidaknya untuk sesuatu yang lebih baik bagi masing-masing yang berpisah. Oleh sebab itu kita mengatakan ‘Good Bye’ atau ‘Farewell‘ ketika berpisah.. It’s either good or well…

Selamat berpisah.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkedIn
  • Live
  • Reddit
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!

About the Author