26 Agustus, sebuah hari Sabtu
tanpa acara tidur panjang. Hari ini keluarga kecil Prosia jalan-jalan ke Dunia
Fantasi, Ancol. Tapi sayangnya, blog ini bukan tentang itu. Bermula ketika
seorang teman tiba-tiba menanyakan tentang hal yang paling aku tidak suka di
dunia ini. Awalnya aku bingung dengan pertanyaan ini, saking banyaknya hal yang
aku tidak suka, dan saking bingungnya mau menjawab apa, aku hanya menimpali,
“bertemu wanita seperti kamu. ” Tentu saja hanya bercanda. Jelas sekali bukan
jawaban macam itu yang dia harapkan. Lalu dia mencoba memberi contoh seperti
menunggu, dibohongi, dll. Karena sudah capek hati dengan jawabanku tadi,
pertanyaan ini tidak perlu lagi untuk dijawab.
Malamnya, di sebuah tempat makan
di pinggir pantai yang penuh sesak dengan hiruk pikuk manusia, tiba-tiba saja
pertanyaan tadi pagi itu terngiang kembali. Sambil menunggu datangnya makan
seafood yang tidak perlu dijelaskan apa nama masakan dan bagaimana rasanya itu,
aku mencoba memikirkan kembali jawaban yang sebenarnya dari pertanyaan itu.
Dibohongi. Siapa yang suka? Tapi rasanya bukan hal ini yang
menurutku paling tidak aku suka. Dikecewakan.
Mirip-mirip dibohongi, sering terjadi, tapi lama-lama sudah terbiasa. Rasanya juga
bukan ini. Menunggu. Menunggu adalah
satu hal mengesalkan. Waktu yang notabene seberharga uang menjadi terbuang sia-sia.
Kecuali anda termasuk orang yang bisa mengefektifkan waktu menunggu dengan hal
lain sehingga waktu anda tidak terbuang sia-sia. I spent couple years just for
waiting. Sendirian, As Ricky Martin
said, Nobody wants to be lonely. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri. Namun
ada kalanya kita perlu untuk menyendiri. So, don’t think too hard about that.
Selagi berpikir, aku memainkan
handphoneku. Tekan ini tekan itu tanpa alasan yang jelas dan sampailah aku pada
sebuah lagu favoritku. Dan aku baru ingat, hal yang aku paling tidak suka adalah
menyukai orang yang tidak seharusnya aku
sukai. Bukan hanya pengalaman pribadi, namun juga melihat dari keadaan sekitar.
Hal ini terjadi ketika logika dan perasaan tidak bisa berjalan beriringan.
Akibatnya, diri sendirilah yang merasakan getirnya. Kalau anda pernah hamper kehabisan
napas di dalam air, seperti itulah kira-kira rasanya.
Sebenarnya, ada satu hal lagi
yang tidak aku sukai. Perpisahan. Perpisahan
itu tidak pernah ada habisnya. Demikian juga dengan pertemuan. Ketika segalanya
terasa sempurna, tak terkira kesempurnaan itu hanya berlangsung sekejab
kerlingan mata. Bulan September depan misalnya, perpisahan itu akan terulang
kembali. Tidak hanya satu, namun dua kali. Tidak ada gunanya mencoba menghentikan
perpisahan tak terelakkan itu. Yang aku bisa hanya menikmati sisa waktu yang
ada ini dengan baik. I really really hate this kind of feeling. Farewell D! Farewell
R! Wish you all the best for the rest of your life.
Now tell me what do you hate at most…
Waiting, disappointment, being alone, and farewell. Yes, those things are really annoying. But to me, failure is the thing I hate the most.
Holy Sh*t !!! the first time i saw the title . . . 2 things on my mind :
- “menyukai orang yang tidak seharusnya disukai”
and
- “menunggu”
-_-’ what the heck , you could read my mind :))
hmmm ketidakberdayaan kaya title u di blog sebelumnya… itu menyebalkan ketika u bener2 ga tau dan ga bisa berbuat apa2
“it’s you”
wakakak.. kaga lah becanda.
Mungkin gw ada bakat jadi hakim kale ya.. karena gw gak suka diperlakukan tidak adil.
Kalo memperlakukan tidak adil itu hilaf namanya
jadi sedih bacanya….
++++…… menyukai orang yang tidak seharusnya aku sukai……..++++
itu g yaaach… duuuhh aku jadi mayuuu..
kita emang pisah cinta… but this heart still yours..
cediiiiiihhh…
hiks… farewell D !!! farewell F !!!