Tidak Berdaya

Seperti inikah rasanya dokter yang gagal menyelamatkan nyawa
pasiennya?
Atau mungkin seperti ini rasanya orang tua melihat nasib
keluarganya jadi gelandangan?
Apa barangkali seperti ini rasanya melihat rumah sendiri
habis dilahap api?
Jangan-jangan induk kucing pun merasakan seperti ini ketika melihat
anaknya masuk sumur?

 

Seperti ini lho rupanya jadi tak berdaya. Membiarkan segalanya
terjadi begitu saja tanpa bisa berbuat apa-apa Muncul setumpuk penyesalan yang
diawali dengan kata “Seandainya saja…
Bukan aku tak pernah menegakkan kepala dan berjuang. Sudah letih aku berlari selama
ini Hingga detik terahir pun, aku tidak menemukan apa-apa

 
Seperti ini lho rupanya jadi tak berdaya. Sekali-sekali anda
perlu merasakannya. Tidak sepedas cabe dan tidak setajam pisau dapur namun cukup
menyakitkan.

2 Responses to “Tidak Berdaya”

  1. ANdy says:

    “Bukan aku tak pernah menegakkan kepala dan berjuang. Sudah letih aku berlari selama ini Hingga detik terahir pun, aku tidak menemukan apa-apa”

    mungkin karena kita masih belum cukup belari, dan belum cukup kenyang akan rasa tak berdaya…

    atau mungkin ini semua karena kabut yang belum tersingkap…

  2. Danny says:

    Terima kasih Bung Andy.

    Selagi menunggu kabut belum tersingkap, ada baiknya kita duduk sejenak sambil menertawakan diri sendiri yang tidak berdaya ini sampai kenyang.

Leave a Reply