20
Januari 2007 kemarin, bertepatan dengan hari besar entah apa namanya, merupakan
hari yang bersejarah bagi klan Bakery Initial R. Yang berbahagia, Putra ketiga
anak ketiga dari empat bersaudara (batangan semua) dan Putri pertama anak
pertama dari dua bersaudara (lubang semua).
Diawali
dengan “syuting film” sinetron Pesta
Pernikahan di pagi hari. Dibintangi oleh kedua mempelai dan keluarga
kerabat sebagai figurannya. Mengkisahkan bagaimana persiapan kedua mempelai,
mulai dari make up, mengenakan jas, plus sedikit adat timur. Namun maaf tidak ada
adegan mandi ala
Hollywood
di sini.
Pukul
11.00 dimulailah acara pemberkatan pernikahan di
Handwood
Church
atau lebih dikenal dengan nama Gereja Kayutangan yang sudah berdiri jauh lebih
lama ketimbang Ny. Meneer (baru berdiri 1928). Acara ini dihadiri oleh puluhan undangan dan ratusan
semut tak diundang. Langit pun tak mau kalah, di tengah siang yang terik,
tiba-tiba hujan rintik-rintik menyegarkan udara saat itu. Dengan diiringi koor
yang bernyanyi semerdu kata merdu itu se
ndiri, acara pemberkatan ini berjalan
begitu sakralnya.
Setelah
selesai dengan acara pemberkatan, acara dilanjutkan dengan acara foto studio.
Saat itu terabadikanlah klan Bakery Initial R beserta 3 menantu dan 2 cucunya.
Jumlah ganjil yang sejak dulu sudah saya benci, untuk kali ini tidak dapat
dihindari. Dan akhirnya selesai juga acara siang itu.
Pukul
16.30, kedua mempelai yang menunggangi seekor Jaguar, bertolak dari Sonokeling
Castle ke tempat resepsi Dragon & Phoenix sambil dikawal sepasang ksatria
penunggang macan Tiger dari kesatuan Polisi Militer. Inilah ketiga kalinya saya
merasakan enaknya kalau jadi Walikota. Tiap hari jalannya dikawal hingga
jalanan macet berubah jadi bebas hambatan.
Dimulainya
acara resepsi ini ditandai dengan bunyi peluit panjang wasit yang memimpin
pertandingan sore hari ini (Arema vs. Perseman). Tentu saja tidak. Undangan
telah berdatangan sejak pukul 17.30. Acara ini dihadiri oleh orang-orang
penting seperti Bams* dan Ratu**. Dari 750 undangan yang hadir,
kurang dari 50 orang mengenali saya sebagai adik dari pengantin pria, lainnya
tidak tahu. Dan tak kurang dari 10 orang salah mengenali saya sebagai kakak
saya yang beda umur 6 tahun. Jadi, sebenarnya saya ini siapa?
Acara
dimeriahkan dengan penampilan dari Narwastu Band yang cukup bagus untuk
didengar orang awam, dan beberapa penari yang cukup bagus untuk orang awam juga
(kecuali satu orang penari pria yang senyumnya kelewat menawan hingga membuat
saya ingin memukulinya dengan kursi). Disediakan pula doorprize berupa kue
taart asli buatan Bakery Initial R dengan model *maaf* payudara wanita
berukuran *maaf* 36C, beberapa handphone keluaran terbaru dan sebuah berlian
bagi undangan yang beruntung.
Tapi
yang paling seru adalah ketika wedding cake nya bisa jalan menghampiri pengantin.
Bukan karena ada orang di bawah meja, atau didorong 10000 semut ataupun
didorong makhluk halus. Tentu saja pakai listrik. Walaupun ada kekurangan di
sana-sini, secara umum acara berjalan lancar. Undangan puas, mempelai puas,
keluarga puas, angpaonya juga puas.
Kini
tinggal seorang lagi yang belum menikah. Yes, me. Beberapa orang menanyakan
kapan saya menyusul menikah. Kalau menikahi seekor kucing itu legal menurut
hukum pernikahan di Indonesia, tunggu saja undangannya minggu depan. Kalau
tidak, bersabarlah, tabunglah angpao untuk saya sedari sekarang dan berikan
saya beserta bunga banknya. Sepertinya saya juga harus cepat-cepat menikah.
Selagi mereka-mereka yang kasih angpaonya banyak belum naik surga.
Final words, Selamat menempuh hidup baru bagi kedua mempelai, doakan adikmu ini enteng jodoh dan enteng rejeki.
*Bams
= Bambang S
**Ratu
= Ratna M
Copyright : Pictures were specially taken by Selo S

