Ini Rindu, Bukan Puisi

158443461479723m
Saat kita terbaring sendiri di atas ketenangan

Berada jauh dari istana kita

Tertekur diantara pahitnya malam

Lelah tak dapat lagi bergerak
badan ini

Kita berdua di perbatasan kata selamat tinggal

Kemanakah suara burung berkicau yang biasa kita dengar ?

Kemanakah pagi yang biasa menanti di ujung jalan waktu?

Kenapa semuanya serasa diam membisu ?

Menjadi sepia bersama tirai yang menjauh

Coba ingat kembali detik detik yang kita buang sia sia tak bermakna

Ingat kembali rasa nikmat secangkir teh hangat di pagi
itu
Ingatkah saat kita selalu katakan kata sampai jumpa?
Ingatkah saat saat kita masih bisa bergandengan tangan?

Biarlah jarum jam berputar mundur dalam benak angan

Dan bangunlah dari mimpi kelabu yang menghantui bayangmu

Lihatlah setitik putih yang kau abaikan itu

Sadarkah bahwa semuanya sudah berlalu…?

Namun suatu hari nanti kita bisa mengulanginya sekali lagi

Hanya untuk satu kali saja

Dan bila saat itu tiba

Tolong… jangan kau lepaskan aku lagi….


Encore:

Seandainya saja kau lihat rindu di atas telapak cintaku
Ia tak pernah berhenti berpijar
Lilin hati yang lirih bernyanyi
Menemani bintang dari bersinar di kejauhan

4 Responses to “Ini Rindu, Bukan Puisi”

  1. '-FrisKa-' says:

    rasa kangen pd seseorang yg diungkapkan dalem bentuk “rindu” yg menarik buat dibaca… :)
    nice blog^^

  2. ANdy says:

    Ini Juga Bukan Puisi

    hari ini kita pandangi langit
    awan-awan berarak-arak ke utara
    matahari mulai berwarnah merah
    cahayanya mulai tertelan rimbunan beton

    kuletakan cangkir teh ku
    sejenak tergiang aroma teh yang telah habis
    menggiurkan…
    perlahan aku larut ke dalam angan ku

    tetes demi tetes rasa teh itu kunikmati
    tapi rasa yang ada tidak pernah berulang
    lidah ku masih kering seperti sebelumnya
    cangkir yang ada juga telah kosong

    ah… ini hanya mimpi…
    tapi hati ini tidak pernah pergi
    kenikmatan itu masih sangat terasa…
    detik-detik itu surga ku

    tapi semua sudah berlalu
    merahnya matahari tidak pernah sama lagi
    aroma khas teh, juga tak pernah sama lagi
    pertarungan jarum panjang dan pendek juga berbeda

    detik itu sudah berlalu
    nafas masih terus mengalun
    deburan ombak tidak pernah berhenti
    hidup ini mesti berjalan

    ku catat lembaran cita rasa ini
    lalu ku hirup nafas secara mendalam
    kuhembuskan udara secara perlahan
    Oh… hidup ini harus berjalan…

    Ini awal perjalanan
    ini bukan akhir segalanya
    hidup harus berjalan
    dan hidup bukan puisi…

    dan g copy ke blog g yah… biar blog g ga vakum :D

  3. Danny says:

    wah… perang bukan puisi ya ten?

    @friska : thx for dropping by :)

  4. Mediana says:

    mmm… danny (must with double ‘n’ plus ‘y’) so sweet…

Leave a Reply