Awalnya, ini hanyalah suatu pencarian tentang sebuah jawaban atas
pertanyaan relatif. Namun akhirnya, ini menjadi sebuah blog yang entah apa hubungannya
dengan pertanyaan itu tadi. “Mana yang lebih penting, proses atau hasil akhir?”
Mudah saja untuk menjawab dengan memihak salah satu sisi. Tetapi
setelah dipikirkan lebih jauh, tetap saja akan kembali ke awal pertanyaan. Belum
sempat terjawab dengan pasti, muncul pertanyaan baru, hasil akhir itu yang
mana?
Seorang teman pernah mengatakan: “Cinderella itu bukan kisah dengan
akhir indah.” Jika anda lupa Cinderella itu yang mana, jernihkan ingatan anda
di sini .
Kok bisa bukan happy ending? Bagaimanapun
akhir dari kisah itu, setidaknya ada hal indah yang pernah dialami Cinderella. Dialah
satu-satunya orang yang kakinya pas memakai sepatu kaca. Juga, dialah
satu-satunya pembantu rumah tangga yang menikah dengan pangeran hanya dengan
sekali dansa.

Seandainya Cinderella itu diangkat dari kisah nyata, sebenarnya apa terjadi?
Jika pangeran tersebut semudah itu jatuh cinta pada pandangan pertama, beberapa
tahun kemudian, di pesta dansa serupa, si pangeran ini akan menemukan Cinderella
yang lain. Mengapa Si Pangeran mencintai Cinderella? Karena dansanya? Atau fisiknya?
Kalaupun tidak, kemungkinan besar mereka akan bercerai di tahun keempat atau
kelima dengan alasan beda prinsip.

Maid in Manhattan, drama romantis
idaman wanita, tak jauh berbeda. Setelah menghadapi lika-liku konflik, di akhir
cerita J-Lo, si housekeeper hotel, dan si Senator menikah. Tapi, apa benar si J-Lo bakal
bahagia selamanya? Apakah si Senator tidak menyesal menikahi janda beranak satu? Ujung-ujungnya, si Senator selingkuh atau kehilangan interest dengan si housekeeper ini. Well, Money do talks…
Katakan cinta, sebuah reality show, menceritakan
perjuangan-perjuangan so-sweet-but-stupid untuk, sesuai judul acaranya,
mengatakan cinta. “Pejuang diterima!”. Akhir yang indahkah? Apa yang terjadi
kemudian? It wouldn’t last long. Akhir yang indahkah?
Lalu, apa sebenarnya akhir yang indah itu? Apakah akhir hayat merupakan
akhir yang indah? Harus meninggalkan anak, istri atau suami, keluarga, apakah sebuah
akhir yang indah? Barangkali yang namanya akhir, pasti tidaklah indah.
Akhirnya, tibalah pada suatu hipotesa bahwa mencari sebuah akhir yang
indah adalah sesuatu yang abstrak dan irasional. Jika memang benar, untuk apa
kita mengejar akhir yang sebenarnya tidak pernah benar-benar indah. Barangkali
untuk sementara, yang lebih penting adalah prosesnya.
Tidak peduli apakah Cinderella akan menikah dengan si Pangeran atau
tidak, apakah J-Lo menikah dengan si Senator atau tidak, atau si Pejuang
diterima atau ditolak, paling tidak mereka semua patut bersyukur atas apa yang
telah mereka jalani dalam kisahnya.
Dan yang paling penting, demikianlah yang saya rasakan sekarang. Kini,
kisah indah bak novel Nicholas Spark bertajuk Wait and see itu tiba di akhir
cerita pada bab(baca:minggu) ke 197. Karena ini adalah akhir, tentunya tidak
indah, tapi banyak hal tak ternilai untuk dikenang dan disyukuri. Berharap saja
Nicholas Spark menulis sekuelnya (ini
adalah idiom/perumpamaan).
comments are welcomed at http://www.altroz.net/blogs.asp?id=39