Series: The Bakery Initial R (Ep. 2)

Nama saya D, saya adalah mahasiswa Binus yang tengah kerja rodi tanpa bayaran di bakery ini.
Mulai hari ini saya akan mulai bekerja menjadi karyawan front office di Initial R Bakery. Sebelumnya, biar saya mendeksipsikan diri saya seperti apa. Saya tidak gemuk, tidak terlalu tinggi, bukan perempuan, tidak jahat dan tidak tampan.  Selengkapnya bisa anda lihat di Friendster. http://www.friendster.com/user.php?uid=5883999

Pagi hari saya sudah datang di toko dan siap memulai pekerjaan saya. Dalam hati saya, bunyi genderang sudah mulai ditabuh. Saya pun mulai merapikan showcase roti. Tepat 29,97 detik kemudian, saya baru ingat sesuatu. Saya belum makan dan sekarang kelaparan. Jadilah roti di showcase itu saya makan satu. ~_~ belum kerja apa-apa sudah merampok isi toko.

Hingga tengah hari, sudah banyak orang yang datang dan sudah banyak pula yang sudah saya habiskan. Semuanya aman terkendali, hingga pada suatu ketika, seorang Ibu bertampang jutek datang. Tapi ada yang bilang, "Don’t judge a book by it’s cover.". Well, let’s see…

D: "Ada yang bisa dibantu, Bu?"
I: "Saya mau pesan kue taart. Yang paling enak yang apa ya?"
D: "(weird question) Di sini enak semua, Bu. Bagaimana kalau Black Forest?"
I: "Yang paling besar harganya berapa?"
D: (busyet.. ini orang keren banget tanyanya..)
   "Ehmm… kalau mau 1 meter juga bisa, Bu. Tapi, yang paling besar biasanya ukuran 30×40 cm harganya Rp 400 ribu."
I: "Lho.. kok mahal?"
D: (memangnya mau beli krupuk? aneh…)
   "Memang segitu, Bu, harganya..)
I: "Yang lebih kecil?"
D: "300 ribu"
I: "Lebih kecilnya lagi?"
D: "250 ribu"
<– repeat it with step 50 thousands. until…>
I: "Saya pesan 2 deh yang bulat ukuran 18 cm harga 100 ribu. Dikirim besok ya. Tapi alamatnya menyusul.
Akhirnya Ibu itu pesan 2 taart dan anaknya.. he got nothing…

1 jam kemudian, telepon di toko berdering namun bukan saya yang mengangkatnya. Coba tebak siapa yang telpon! Tantowi Yahya dari Who Wants To Be Millionaire? Tet Tot..! (belum ada teman saya ikut kuis tersebut). Ibu tadi itulah yang telpon. Dia mau kasih alamat pengiriman plus mau mengubah tanggal pengirimannya, oiya, jenis kuenya juga berubah.. sh00t..

Celakanya lagi… menjelang toko tukup, Ibu itu telpon lagi dan membatalkan 1 kue pesanannya dengan alasan orang yang rencananya dia beri sedang di luar kota. Enough for today…

Hipotesis saya untuk hari ini hanya satu kata: "It’s suck!"

nb: hujatan-hujatan di atas adalah fiksi. Kesamaan nama, tempat dan kejadian hanyalah unsur kebetulan semata.

4 Responses to “Series: The Bakery Initial R (Ep. 2)”

  1. Michael says:

    wew… kalo saya jd boss gede toko-nya, saya juga akan bilang “wew, worker i suck, eat me cake always & sallary want up-up” :)))))))))))))))

  2. MaQ says:

    It sucks :D
    Dunn judge a book by its cover. Hal yang sama tidak berlaku u/ film bokep yang dijual di Mangga Dua/Glodok.

    Masih menyimpan alamat ibu tersebut? Kirimkanlah paket bom.

  3. for ( i = 0; i< 50 ; i ++)
    {
    Do ( Hajar si ibu )
    }
    intial R ?? initial D ?? initial C ?? silahkan pilih

  4. Freedom says:

    “Pelanggan adalah raja” they said, ga tau kenapa g yang lagi “santai2″ ngerjain tugas TBA, tiba2 aja pengen nge-junk di junk, eh blog ini…
    Well, karena textarea ini judulnya “Comments”, so all i can say is : ………

    You know something, blogging can seriously harm your health and mind as well. You should be very very careful when posting something (esp like this one) in the web….

    “I’m dying Egypt, dying! Give me some wine and let me speak a little”

Leave a Reply