Series : The Bakery Initial R (Ep. 1)

Liburan kuliah selama 2 minggu ini saya sempatkan untuk pulang kampung. FYI, daerah asal saya, Malang, terlalu modern untuk disebut kampung. Ya, saya anak Malang. Aduh (_ _!), saya yakin anda mengartikan kata ‘malang’ sebagai sesuatu keadaan yang sial, tidak beruntung, kasihan or f*cking et cetera. FYI (lagi), "Malang" itu sebenarnya diambil dari bahasa Jawa yang artinya melintang atau menyilang. Hal ini disebabkan oleh letak geografis Malang yang berada di tengah propinsi Jawa Timur (ah… jangan-jangan anda tidak tahu kalau Malang itu di Jawa Timur).

Sedikit tambahan tentang kota Malang, kota ini dulunya sama penjajah sempat disebut Paris van Java. Mungkin anda mengira sebutan itu untuk kota Bandung. Dan memang benar sekarang demikian adanya. Kenapa bisa demikian? Well, Bandung dan Malang memang seindah Paris (minus Menara Eiffel). Tapi kami, orang Malang, mempunyai sifat rendah hati. Jadi kami merelakan sebutan tersebut untuk Bandung saja. Kami tidak ingin sombong ^^…. Cukup masuk akal kan? Tenang, ini bukan ajang narsis mengagungkan kota Malang.

Tujuan saya balik ke Malang ini dalam mengemban misi mulia membantu orang tua. Ya sekedar memperpanjang status saya sebagai anak berbakti dan memudahkan langkah saya untuk masuk dalam nominasi The Best Son In The World 2005 yang diadakan oleh UNICEF pada akhir tahun ini. Nah, seperti tahun-tahun sebelumnya juga, tahun ini saya juga menjadi volunteer di sebuah bakery bintang lima berinisial R di kota Malang.

Pada saat itulah jiwa IT saya bekerja. Terbersit keinginan saya untuk merancang sebuah analisis sistem untuk memodernisasi cara kerja di bakery tersebut. Diharapkan dengan komputerisasi di berbagai proses, bakery itu dapat menjadi lebih efisien dan efektif terutama dalam hal waktu. FYI untuk ketiga kalinya, dalam hari-hari yang sibuk seperti menjelang lebaran atau natal, melakukan pengecekan invoice, me-recap daftar pesanan, daftar pengiriman termasuk jadwal dari puluhan hingga ratusan order tiap harinya, sangat cocok untuk digambarkan dengan sebuah frase favorit teman saya, "nangis-nangis darah!"

Saya akan memberikan gambaran terperinci tentang lika-liku dunia bakery dengan metode fact finding di seri selanjutnya. Jika anda tahu bahwa Detektif Kindaichi selalu mempertaruhkan nama kakeknya dalam memecahkan berbagai kasus, kini saya juga akan mempertaruhkan nama baik kakeknya Kindaichi. Hitung-hitung ya sekalian lah… Ngapain juga bawa nama kakek segala…

Nantikan episode kedua dari rangkaian Series : The Bakery Initial R! Coming Soon!

2 Responses to “Series : The Bakery Initial R (Ep. 1)”

  1. MaQ says:

    Ternyata masih sempat nulis blog di sana :D
    Sekalian aza, PM ke admin itu dari si Zhu yang berisi tawaran u/ hosting di capoeng.net blablabla dengan 300k/tahun dan bandwidth 6GB.

    Bakery.. Do you read Yakitate! Japan? :D

  2. Wulan says:

    Nangis2 darah? Tampakya familiar… :-?
    :p

Leave a Reply